405 ABK Asal Vietnam Akan Dideportasi Lewat Batam

deport

Marwahkepri.com – Pemerintah Indonesia akan segera mendeportasi 405 Anak Buah Kapal (ABK) asal Vietnam yang terlibat illegal fishing di laut Kepulauan Riau (Kepri).

405 ABK asal Vietnam tersebut selama ini ditahan di Ranai, Natuna dan Tarempa, Kepulauan Anambas.

Sebanyak 268 ABK asing ditangkap tim patroli jajaran TNI AL. Sedangkan sisanya, diamankan Pengawasan Pengamanan Sumberdaya Laut dan Perikanan (PSDKP) di wilayah Natuna. Para ABK kapal asal Vietnam ini ditangkap sepanjang tahun 2017.

“405 orang tersebut ditahan di Ranai dan Tarempa. Hari ini mereka dibawa ke Batam untuk dikumpulkan menjadi satu dan kembali dilakukan pendataan ulang,” ucap Kadispen Lantamal IV, Mayor (Laut) Josdy Damopolii seperti dilansir detikcom, Kamis (8/6).

Para tahanan ini setelah sampai di Batam, akan dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia ke negara asalnya, Vietnam. Sebelum dibawa ke Batam, mereka terlebih dahulu dicek kesehatannya oleh tim medis TNI AL.

“Mereka masing-masing dicek kesehatannya oleh Lanal Tarempa dan Lanal Ranai,” terang Josdy.

Sementara itu, Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno menjelaskan, ke-405 orang tahanan yang akan dideportasi tersebut adalah yang tidak ikut menjalani proses hukum di pengadilan Indonesia.

“Para ABK yang akan dideportasi ini merupakan tangkapan yang bersifat non justicia (tidak memiliki tanggung jawab hukum) secara hukum Indonesia. Sedangkan nakhoda dan kepala kamar mesin kapal tetap harus menjalani proses persidangan di Indonesia,” tegasnya. (mk/as***)