Jasad Korban Kapal Trawl Ditemukan di Perairan Tanjung Datok

Penemuan jasad korban kapal tenggelam di Tanjung Datok, Lingga.
Penemuan jasad korban kapal tenggelam di Tanjung Datok, Lingga.

MARWAHKEPRI.COM, Lingga – Ketiga korban tenggelamnya kapal trawl udang milik pengusaha Akeng yang tenggelam di sekitar perairan Tanjung Datok, desa Cempa ditemukan. Periode pencarian memakan waktu mencapai empat hari dengan melibatkan tim SAR Gabungan TNI AL Lanal Dabosingkep dan Tim SAR KN Bhisma Basarnas dibantu warga setempat.

Dari informasi Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Desa Cempa, kapal tanpa nama tersebut tenggelam pada posisi terakir kapal lego di 00.070.000 S,104.018.000 E sekitar perairan Tanjung Datok dan desa Cempa, Kecamatan Senayang. Kapal yang memuat trawl udang dan 3 ABK atas nama Jumadi, Nong dan Madu, hilang kedasar laut diduga karena cuaca yang buruk serta gelombang tinggi sekira pukul 12:00 WIB, Kamis (01/06) lalu.

“Ada kapal trawl udang milik Akeng Pasir Panjang dengan ABK 3 orang, yang diperkirakan tenggelam diperairan seputar Tanjung Datok karena cuaca angin ribut. Posisi terakir kapal lego di 00.070.000 S,104.018.000 E,” tulisnya pada liris pers..

Posal Cempa dengan Patkamla II – 4. 49/Cempa melaksanakan SAR di perairan seputar Tanjung Datok dan laut Cempa. Pencarian baru membuahkan hasil pada hari ketiga. Tim SAR Gabungan TNI AL Lanal Dabosingkep dan Tim SAR KN Bhisma Basarnas dibantu warga setempat berhasil mengevakuasi dua jenazah dengan nama Jumadi dan Nong, Sabtu (03/06) kemarin.

Danlanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Yudho Kristianto dalam siaran pers Lantamal IV Tanjungpinang yang menyebutkan, identifikasi sementara kedua jenazah berdasarkan ciri-ciri fisik dapat dipastikan bahwa kedua jenazah merupakan ABK dari kapal trawl yang mengalami musibah beberapa hari lalu akibat diterpa badai.

Dilansir dari data tersebut, penemuan pertama sesosok jenazah mengapung pada posisi 00 00.68’S-104 17.18’T sekitar pukul 10.50 WIB oleh Patkamla Cempa. Kemudian tepatnya pada pukul 12.50 Patkamla Cempa kembali menemukan jasad kedua pada posisi 00 00.46’U-104 16.81’T. Kedua jasad korban kapal dievakuasi ke KN. Bhisma Basarnas untuk identifikasi.

Sementara korban atas nama Madi akhirnya ditemukan mengambang diperairan belakang pulau Cempa, desa Cempa. Jasad tersebut merupakan korban terkahir yang ditemukan salah satu nelayan dusun Berjuang, desa Batu Belubang.

“Satu lagi yang jumpe Muhammad Ali. Kalau tak salah orang melayu jumpa di perairan Tanjung Pulai, belakang pulau Cempa,” kata kata Bupati Lumbung Informasi Rakyak (LIRA) Kabupaten Lingga, Minggu (04/04).

Dia katakan korban ditemukan pada pukul 04.00 WIB tadi dan langsung dibawa satuan Pakamla Cempa untuk diindentifikasi. (mk/arp)