Selain Mengangkut Penumpang, Ojek Online Masih Bisa Beroperasi

Suasana Pertemuan antara pengemudi ojek online dan ojek pangkalan di Mapolresta Barelang, Jumat (2/5). (net)
Suasana Pertemuan antara pengemudi ojek online dan ojek pangkalan di Mapolresta Barelang, Jumat (2/5). (net)

Batam (Marwahkepri.com) – Pengemudi ojek online dan Aliansi Ojek Pangkalan (Opang) melakukan pertemuan di Mapolresta Barelang, Jumat (2/6).

Pertemuan itu difasilitasi oleh Kapolresta Barelang AKBP Hengki. Belum ada solusi terbaik bagi kedua belah pihak. Namun, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi sampai solusi terbaik ditemukan.

Mulai Senin (5/6) mendatang, pengojek online tidak bisa mengangkut sewa, aplikasi ojek online di-off-kan dulu untuk membawa penumpang Namun bisa mengangkut barang atau mengantar pesanan dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Selain menggangkut sewa, ojek online masih bisa beroperasi,” ucap Kapolres.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki mengatakan kalau pengojek online dan pengojek pangkalan terus bergesekan dan mencari kesalahan, maka pengojek itu sendiri yang akan rugi.

“Saya meminta supaya sesama pengojek saling hormat menghormati dan saling menghargai satu dengan yang lain. Dan hormati keputusan yang disepakati,” ucap AKBP Hengki.

Hengki meminta kepada kedua belah pihak agar sama-sama mematuhi kesepakatan yang dibuat.

“Saya berharap supaya pengojek tidak bentrok lagi. Jaga keamanan dan jaga Batam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Yusfa Hendri mengatakan, hari Senin (5/6) Dishub bersama pihak terkait akan kembali melakukan rapat.

Rapat itu terkait masalah pengaturan tentang penyelenggaraan ojek di Kota Batam, baik ojek online maupun ojek pangkalan.

Nantinya juga akan di bicarakan mengenai kwota ojek, harga ongkos, sehingga tidak menimbulkan persaingan,” Itu semua kita kaji karena sampai saat ini belum ada peraturan masalah pengoperasian ojek,” ucapnya lagi.

Menurut Yusfa, masalah utama yang terjadi di kalangan pengojek adalah adanya persaingan, termasuk persaingan harga ongkos dan persaingan kwota. Sehingga pengojek pangkalan tidak terima dengan persaingan tersebut.

“Nah, inilah yang perlu kita bahas. Mudah-mudahan kita menemukan jalan terbaik,” terangnya.

Yusfa menyebut, selama belum ada solusi, pihak ojek online di larang untuk merekrut karyawan baru. Jika seandainya ojek online melanggar aturan ini, maka keberadaan ojek online di Batam akan ditolak.

Untuk menghindari adanya gesekan di kalangan pengojek pangkalan dan pengojek online, Dinas Perhubungan akan membentuk tim khusus. Nantinya tim tersebut akan bekerja mengawasi pengojek yang ada di Batam.

“Itu untuk yang jangka pendek saja, nanti kalau jangka panjangnya akan kita pikirkan lagi,” katanya. (mk/as/bn***)

 

Print Friendly, PDF & Email