Misteri Angka 8! Delapan Patriot Gugur di Medan Tempur UKW VIII

Peserta UKW Kepri VIII yang lulus uji kompetensi berfoto bersama para penguji dan Ketua PWI Kepri. (Foto: Aji Anugraha)
Peserta UKW Kepri VIII yang lulus uji kompetensi berfoto bersama para penguji dan Ketua PWI Kepri. (Foto: Aji Anugraha)

MARWAHKEPRI.COM – Ada apa dengan angka delapan? Kita mengenal mitos angka 13 sebagai unlucky number, dan angka delapan adalah kebalikannya. Suhu Feng Shui mengangkat derajat angka ini sebagai White Star atau Bintang Kekayaan, sumber berbagai kelimpahan dan segala hoki. Secara tipografi pula, angka ini indah tanpa tandingan: berlekuk secara simetris dengan garis yang terhubung sempurna. Tapi dalam ajang Uji Kompetensi Wartawan (UKW) VIII yang ditaja PWI Kepri, angka delapan justru berpindah kuadran demikian menyedihkan. Medan tempur UKW kali ini telahpun menggugurkan delapan patriot tepat pada musim ke delapan.

Apakah angka delapan sedang berkhianat pada para cenayang angka, dari hoki menjadi sial? Sebagai intermezo mari kita masuk lebih jauh. Awalnya ada 49 peserta yang teregistrasi atau dinyatakan lulus verifikasi oleh panitia. Jika masing – masing angka dijumlahkan, angka 49 akan menjadi 13 (4+9 = 13), mitos angka 13 adalah angka sial. Alam sudah mengatur hingga kemudian lima patriot berhalangan hadir. Yang kemudian muncul adalah angka 44. Hasil penjumlahan kedua angka ini memunculkan angka delapan (4+4 = 8). Maka angka 13 yang menakutkan secara dramatis berganti menjadi angka delapan yang bintangnya sangat bersinar.

Nah, angka lima pula, sebagaimana yang ditulis oleh Insico Ico dalam blog pribadinya memiliki makna negatif. Angka lima disebut Bintang Jahat. Angka yang paling susah dikombinasikan dan membawa pengaruh tidak baik. Kemanapun muncul dalam Feng Shui angka ini selalu diperangi. Zakmi sebagai Ketua Panitia UKW Kepri VIII menyebut, kelima teman patriot yang lulus verifikasi tapi tak hadir dalam UKW kali ini akan menjadi catatan khusus para pengurus PWI, karena mereka telah menghilangkan kesempatan bagi peserta lainnya.

Tapi dalam perspektif intermezo ini, saya akan membalikkan stigma angka lima menjadi sebagai bentuk “pengorbanan”, karena telah berhasil membalikkan mitos kesialan angka 13 menjadi angka delapan yang penuh pujian. Selain itu angka delapan memang sangat seksi dan estetis.  Mengutip Insico, ia membentuk rangkaian lengkung yang begitu anggun dan tidak semembosankan angka nol yang cuma berbentuk satu bulatan. Bentuk angka delapan juga amat sangat konsisten, ia tetap akan terlihat sama dari sudut manapun. Bolak balik, kanan kiri, atas bawah, bentuknya bakal tetap sama. Bandingkan dengan angka enam atau sembilan yang plin-plan.

Pada hari kedua UKW, 23 Mei 2017, lewat tengah hari, salah satu ruang tempat berlangsungnya UKW di Hermes Agro, Bintan sudah beredar desas – desus bahwa ada delapan peserta yang tidak lulus. Pada sesi penutupan, PWI Pusat melalui Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Tejo Sasongko segera mengumumkan bahwa sebanyak 36 peserta uji kompentensi dari Wartawan Muda, Madya dan Utama berhasil lulus dan delapan lainnya dinyatakan belum berkompeten.

Maka genaplah sudah pembelotan angka delapan pada takdirnya: gugurnya delapan peserta di musim ke delapan. Seperti itulah jika kita melihat sisi negatifnya. Seolah awan gelap pekat kumulonimbus sedang memayungi ke delapan peserta yang gagal. Komandan PWI Kepri Ramon Damora sudah menetralisasi. “Ini bukan kiamat, lagi pula tidak lulus dari UKW bukanlah tanda – tanda kiamat,” serunya.  Menurut Ramon, PWI akan memprioritas peserta yang tidak lulus itu dalam uji kompetensi berikutnya, minimal dalam interval waktu enam bulan.

Kembali ke angka. Seperti angka lima yang “berkorban”, angka delapan juga melakukan hal yang sama. Setelah berkurang delapan peserta, maka muncul angka 36. Hasil penjumlahan kedua angka ini menghasilkan bilangan sembilan (3+6= 9). Mitos angka sembilan menurut ahli Feng Shui adalah Bintang Ganda. Sebagai angka yang menunjukkan keberuntungan masa depan. Angka ini selalu menggandakan angka apapun (kecuali nol) yang menjadi pasangannya sehingga berjumlah dua digit.

Maka ke 36 patriot yang lulus UKW kali ini adalah bintang yang memiliki cahaya masa depan yang lebih terang dari sebelumnya. Mereka adalah bintang masa depan. Lenyap sudah semesta purbasangka yang menghinggapinya sebagai jurnalis tak berkompeten, bukan wartawan pembangkang kode etik atau pengangkang UU Pers. Bagi yang sudah pernah ikut UKW sebelumnya, ini adalah pembuktian bahwa ia sedang naik kelas, menjadi lebih baik dan terbaik.

Angka sembilan harus memenuhi “takdirnya” sebagai bintang pengganda. Gelar wartawan kompeten bukan hanya label untuk show up tapi harus tetap bersinar menyuluh lorong gelap jurnalistik, mengangkat derajat wartawan setara dengan profesi – profesi lainnya yang bersertifikasi. Maka tidaklah hiperbola, jika saya mengatakan semua yang berkeinginan untuk terlibat dalam UKW ini sebagai patriot. Pejuang yang tengah mengangkat derajat profesinya. Pada akhirnya tidak ada wartawan tanpa uji kompetensi. Satu lagi, angka sembilan jangan plin – plan, tetaplah menjadi angka sembilan secara konsisten, jangan jungkir balik kadang sembilan, kadang enam: ini trik pragmatif yang menjauh dari idealisme. Konon katanya angka enam itu Bintang Surga. ***

 

Oleh: Muhammad Natsir Tahar  – Kolumnis/ Pemred Tabloid Panji Kepri dan marwahkepri.com (Trinanda Group)

Print Friendly, PDF & Email