Genjot Sektor Pariwisata, Pemda Natuna Bentuk TP3N

IMG-20170520-WA0025
Pengukuhan TP3N oleh Bupati Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Kabupaten Natuna sebagai salah satu beranda terdepan NKRI berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi geografis Natuna yang berupa kepulauan, membuat daerah perbatasan ini menyimpan sejuta pesona wisata.

Meskipun kaya akan potensi wisata, nyatanya Natuna masih miskin pemasukan. Kondisi ini tidak lepas akibat dari kurang maksimalnya pengelolaan destinasi wisata oleh pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pariwisata.

Belakangan ini Pemerintah pusat menyadari bahwa Natuna tidak hanya kaya akan potensi minyak dan gas (migas). Akan tetapi pusat juga sudah terbuka matanya, hingga mencanangkan program wisata berkelas internasional.

Pemerintah Kabupaten Natuna dibawah asuhan Bupati Drs.Hamid Rizal dan Wakil Bupati Dra.Ngesti Yuni Suprapti berupaya memanfaatkan potensi yang ada dari segala lini. Tanda-tanda kemajuan di bidang pariwisata kian hari semakin terang benderang.

Guna menyambut percepatan pembangunan pariwisata Natuna sesuai dengan rencana pusat. Pemerintah daerah mulai berbenah, baik dari sisi infrastruktur hingga merapatkan barisan satukan persepsi.

Dalam rangka menggenjot sektor pariwisata, dibentuk Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Natuna (TP3N). Tim ini dikukuhkan secara resmi oleh Bupati pada Sabtu (20/05/2017), bertempat di gedung Sri Serindit, Ranai.

Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Natuna dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Natuna nomor 193 tahun 2017.

TP3N dibentuk dan bertugas melakukan pembenahan, pembangunan, peningkatan infrastruktur pariwisata di objek dan daya tarik wisata yang telah ditentukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna secara sinergi, kontinue, dan terkoordinasi.

Secara umum ada 4 poin tugas dan tanggungjawab TP3N, diantaranya :

1. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik dalam bentuk jasa atau kemudahan-kemudahan yang diperlukan bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara yang akan melakukan perjalanan untuk mengenali dan menikmati ragam budaya dan destinasi wisata di Kabupaten Natuna.

2. Mengambil langkah-langkah nyata guna mengoptimalkan akselarasi pembangunan Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, dalam upaya mensejahterakan masyarakat, membuka lapangan kerja, memberantas kemiskinan dan pemerataan pembangunan.

3. Secara proaktif melakukan upaya perlindungan, pemanfaatan, serta pengembangan kebudayaan dan sumber daya pariwisata.

4. Menggunakan tema “Wonderful Indonesia” dalam setiap kegiatan yang digelar di luar negeri dan “Kenali Negerimu Cintai Produkmu” dalam setiap kegiatan promosi di dalam negeri.

Semua program kegiatan SKPD yang tergabung dalam Tim TP3N harus mengarah dan bermanfaat, serta dapat menunjang pengembangan pariwisata Kabupaten Natuna.

Penyusunan program kegiatan SKPD tersebut dilaksanakan dalam rapat tim yang dipimpin oleh Ketua/Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Natuna.

Sedikitnya ada 11 titik sasaran pengembangan pariwisata Natuna, yang ditetapkan berdasarkan keputusan gubernur. Meliputi prioritas pertama dan prioritas kedua.

Lokasi prioritas utama meliputi, Pulau Senoa di kecamatan Bunguran Timur, Pantai Teluk Depeh kecamatan Bunguran Selatan, Lokasi hutan bakau (mangroove) di Pering Bunguran Timur, Pantai Teluk Selahang/Pantai Tanjung kecamatan Bunguran Timur Laut, Area Pantai Batu Kasah kecamatan Bunguran Selatan.

Sedangkan lokasi prioritas kedua diataranya, Pulau Kemudi dan Jantai di kecamatan Bunguran Selatan, Air Terjun gunung Ranai kecamatan Bunguran Timur, Pantai Sisi kecamatan Serasan, Pulau Setai dan Setanai kecamatan Pulau Tiga, dan Pantai Pasir Marus di Sedanau kecamatan Bunguran Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Erson Gempa Apriandi mengatakan, saat ini segala sesuatunya tengah dipersiapkan mulai dari pendataan hingga pembuatan master plan. Rencananya pembangunan lokasi prioritas akan dimulai pada bulan Agustus mendatang.

“Semua sedang dipersiapkan mulai dari pendataan, pembuatan master plan. Rencana bulan agustus dimulai tahap pembangunan di 5 titik yang diperioritaskan tersebut”, ujar Erson kepada media, di jalan Adam Malik, Sabtu (20/05).

IMG-20170520-WA0035
Kadis Pariwisata Erson Gempa memberikan keterangan pers

Erson menilai, pariwisata merupakan salah satu sektor pendongkrak kemajuan suatu daerah, apalagi Natuna punya pesona panorama nan indah. Karenanya ia memandang perlu pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan Natuna.

Sebagai langkah percepatan, Dinas Pariwisata akan melaunching event pariwisata di Natuna tahun ini. Ini dilakukan untuk meningkatkan potensi wisata Natuna kedepannya.

“Kita Dinas Pariwisata akan mengadakan event tepatnya tanggal 27 juli 2017 nanti. Event ini untuk memperkenalkan potensi wisata di Natuna sekaligus sebagai pemicu atau efek getar kepada seluruh stake holder baik masyarakat, pemerintah, serta swasta untuk membangkitkan kembali semangat nya membenah sektor pariwisata di Natuna”

Tahun 2017 ini, Dinas Pariwisata mendapat pasokan anggaran sebesar Rp 2 milyar dari pemerintah pusat (APBN). Rencananya sebanyak Rp 400 juta akan diplot untuk membanguna sarana wisata berupa kamar bilas pantai di Midai, kemudian membangun lapangan parkir di depan jalan masuk masjid agung, pedestrian (trotoar kota) yang mengarah ke laut, kantor informasi pariwisata, dan gazebo. Selebihnya akan dibangun kawasan landmark sebagai icon pariwisata Natuna.

Erson juga menambahkan kedepan nya akan dibangun tugu di depan masjid agung Natuna sebagai icon pariwisata natuna. Konsep icon pariwisata yakni kerang kima.

Dinas pariwisata juga akan memberi “brand” untuk wisata Natuna. Branding ini akan di launching pada bulan Juli,disejalankan dengan kalender event pariwisata.

Erson mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar brand tersebut mempunyai nilai sampai ke internasional. Begitu orang luar melihat brand itu maka sudah tau bahwa itu Natuna.(nang)