Terduga Penyerang Novel Diamankan, KPK Menunggu Hasil Investigasi

novel b

Jakarta (Marwahkepri.com) – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengonfirmasi telah mengamankan seseorang bernama Niko yang diduga sebagai pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

KPK sendiri memilih menunggu hasil investigasi yang dilakukan pihak kepolisian terkait kasus teror terhadap Novel Baswedan.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya memilih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan kepolisian. Hal ini lantaran kepolisian yang mengetahui indikasi kaitan antara Niko dengan teror Novel.

“Tentu Polri yang lebih mengetahui indikasi kaitan pihak yang sudah diproses tersebut dengan penyerangan terhadap Novel Baswedan. Karena itu, kita tunggu saja hasil pemeriksaan Polri,” ucap Febri seperti dilansir beritasatu.com, Jumat (19/5).

Pihak kepolisian hingga saat ini masih memeriksa dan mendalami kaitan Niko dengan teror Novel. Niko disebut merupakan keponakan Muchtar Effendi yang telah dijerat sejumlah kasus di KPK.

Muchtar dijerat dalam kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Empat Lawang dan Pilkada Kota Palembang di Mahkamah Konstitusi (MK) serta telah divonis bersalah atas kasus memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Empat Lawang dan Pilkada Kota Palembang dengan terdakwa mantan Ketua MK, Akil Mochtar.

Febri mengatakan, KPK, pihak keluarga Novel, maupun masyarakat menaruh harapan tinggi agar kepolisian segera mengungkap dan membekuk pelaku maupun otak teror terhadap Novel. KPK berharap diamankannya seseorang bernama Niko dapat menguak motif teror ini.

“Kita harap ada pelaku yang akan diproses memang. Apakah pelaku lapangan ataupun aktor intelektual dari serangan ini. Karena Novel adalah salah satu penyidik Kasatgas di penyidikan berbagai kasus. Kita harap kepentingan di balik teror dan serangan tersebut juga bisa diungkap. Saya kira saat ini ketika Kapolri mengatakan sudah menemukan petunjuk yang cukup kuat, tentu KPK, pihak keluarga, dan masyarakat Indonesia sedang menunggu hasil dari penyelidikan atau investigasi tersebut,” katanya.

Novel diketahui diteror oleh dua orang tak dikenal dengan disiram air keras usai menjalani shalat subuh di masjid sekitar rumahnya, Selasa (11/4). Akibat peristiwa ini, kedua mata dan kening Novel mengalami luka serius. Novel sempat dirawat di ICU RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Rumah Sakit Jakarta Eye Centre (JEC) hingga akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura pada Rabu (12/4) untuk dirawat intensif.

Setelah perawatan lebih dari sebulan, tim dokter di Singapura memutuskan untuk melakukan operasi membran terhadap dua mata Novel.

“Operasi membran ini dilakukan mulai Pk.08.00 – 11.30 waktu Singapura. Saat ini pasien sudah dalam keadaan sadar dan butuh waktu istirahat untuk pemulihan setelah operasi,” ucap Febri.

(mk/as/bs***)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.