Kunjungi Lingga Usai Sudah Perseteruan Tapal Batas, Namun Berhala Masih Tak Termanfaatkan

Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, Romi Haryanto beserta pejabat terasnya berkunjung ke Kabupaten Lingga dalam rangka mempererat hubungan silaturrahmi yang sempat terputus, Daki Lingga, gedung Daerah Lingga, Rabu (17/05).
Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, Romi Haryanto beserta pejabat terasnya berkunjung ke Kabupaten Lingga dalam rangka mempererat hubungan silaturrahmi yang sempat terputus, Daik Lingga, gedung Daerah Lingga, Rabu (17/05).

Lingga (marwahkepri.com) – Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, Romi Haryanto beserta pejabat terasnya berkunjung ke Lingga. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka mempererat ikatan tali silahturahmi yang pernah terputus sebelumnya, akibat perseteruan tapal batas dipulau Berhala, Kecamatan Singkep Selatan.

Sebelumnya perseteruan antar kedua Kabupaten ini sempat memanas mengenai tapal batas dipulau Berhala. Pulau Berhala pernah mengalami status quo selama 10 tahun karena menjadi objek sengketa dengan provinsi Jambi sejak tahun 1981 dimana Lingga maupun provinsi Kepri masih dalam naungan provinsi Riau.

Sejak pemekaran provinsi Kepri tahun 2002 sehingga terbentuk Kabupaten Lingga tahun 2003 persengketaan tersebut masih berlanjut. Keputusan Menteri Dalam Negeri sewaktu dijabat Gamawan Fauzi, melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 44 tahun 2011 menetapkan Pulau Berhala masuk ke dalam wilayah Kabupaten Tanjabtim, provinsi Jambi sejak ditetapkan pada 29 September 2011.

Atas keputusan itu, pemerintah provinsi Kepri tidak tinggal diam dan mengajukan Judical Review pada 19 Desember 2011 atas Permendagri No 44 tahun 2011 tersebut. Dengan perjuangan berat, keputusan final otoritas wilayah pulau Berhala kepada Lingga dan provinsi Kepri berdasarkan putusan MK mengacu pada putusan uji materi MA No. 49 P/HUM/2011 tertanggal 9 Februari 2011 yang telah menetapkan pulau Berhala bagian dari wilayah Kabupaten Lingga, provinsi Kepri dengan bukti otentik keterikatan sejarahnya.

Namun keputusan pemilikan Lingga dan Kepri atas pulau Berhala sempat diwacanakan penggugatan kembali pasca terpilih Zumi Zola sebagai gubernur Jambi baru periode 2015-2020. Akhirnya dengan kunjungan, Romi Haryanto berserta pejabat terasnya ke Kabupaten Lingga memastikan perselisihan kedua Kabupaten ini telah usai.

Dalam kunjungan singkat tersebut, Romi Haryanto menegaskan kedatangannya hanya sekedar silaturahmi yang sempat terputus sekian lama. Setelah melakukan kunjungan kebeberapa tempat sejarah di Lingga termasuk museum Lingga Cahaya, Romi Haryanto secara takjub memuji keindahan alam yang dimiliki Bumi Bunda Tanah Melayu ini.

” Yang Mudo wajib datangi yang tuo. Lingga ini lengkap sekali, ada gunung dan pokoknya banyak lah. Saya pikir Lingga itu hanya pulau pulau. Luar biasa sekali Lingga ini. Tak menutup kemungkinan saya akan datang lagi. Saya undang pak Bupati Lingga untuk hadir pada MTQ di Tanjabtim nanti,” kata Romi, digedung daerah Kabupaten Lingga, Rabu (17/05).

Sementara Bupati Lingga, Alias Wello yang menyambut kedatangan rombongan dari provinsi Jambi tersebut, secara singkat memperkenalkan wilayah yang dipimpin, termasuk progres pembangunan kedepan.

“Ini lah Lingga dengan pulau pulaunya. Kami disini fokus membangun di empat sektor unggulan, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan,” kata Alias Wello didepan rombongan Bupati Tanjabtim tersebut.

Meski jelasnya kepemilikan sah Lingga dan Kepri atas pulau Berhala justru dalam segi pemanfaatan potensi pariwisata baharinya lebih cendrung dipriotaskan Tanjabtim. Sedang Lingga maupun pihak provinsi Kepri sendiri belum dapat memaksimalkan potensi panorama alam Berhala dalam tujuan wisata.

Belum maksimal prioritas pembangunan pariwisata dari progres pemerintahan Lingga dan provinsi Kepri. Tujuh tahun pasca kepemilikan, belum tampak perubahan pembangunan secara signifikan. Pembangunan penunjang wisata bahari yakni dermaga dari dana APBD 2017 melalui Dishub Kepri sebesar Rp20,5 milliyar baru berjalan sekian persen saja sejak peletakan batu pertama pada Januari lalu, sementara yang lainnya masih belum berubah.

Sedang Provinsi Jambi, khususnya Tanjabtim yang rentang kendali lebih jauh ke Berhala dibandingkan Lingga ke Berhala mampu mendatangkan puluhan hingga ratusan wisatawan setiap minggunya. Sarana dan prasarana penunjang wisata pantai, seperti gazebo, bale-bale, bahkan tempat ibadah sudah terbangun oleh pemerintah Tanjabtim, bahkan terawat dan berfungsi dengan baik. Bahkan menetapkan satu peninggalan sejarah makam Datok Paduko Berhalo sebagai milik Tanjabtim.

Selain itu kedatangan Bupati Tanjabtim juga dalam hal permohonan izin memaksimalkan wisata pulau Berhala. Namun Kabupaten Lingga dan provinsi Kepri hingga kini masih berbenah menuju kesejahteraan masyarakat dipulau Berhala. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email