Lik Khai Kecewa Berat Dengan BP Batam

lik khai

Batam (Marwahkepri.com) – Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai kecewa berat dengan kinerja yang dilakukan oleh BP Batam. Dia merasa dibuat seperti orang bodoh oleh BP Batam.

Pasalnya, untuk mengurus Hibah ke anaknya sendiri begitu sulit dan sangat lama. Awalnya dia mengatakan memasukkan Izin Peralihan Hak (IPH) 3 September 2016 lalu dan dijanjikan selesai dalam jangka 5 hari, namun sampai 24 September 2016 IPH nya belum selesai, hingga akhinya ia mengamuk di BP Batam. Setelah itu baru besoknya IPH nya selesai.

“Setelah selesai buat akte Hibah dari bulan Desember 2016  sampai saat ini, jangankan proses suratnya, persyaratan yang ditentukan aneh – aneh dan bias dikatakan dibuat – buat dan bodohnya pegawai BP,”ujarnya kesal.

Menurutnya, persyaratan yang diberikan BP Batam sangat konyol, seperti meminta surat jaminan Pembangunan Developer dan surat Pernyataan Pembayaran UWTO, padahal ruko tersebut dibeli pada tahun 1985 dan pada masa itu tidak ada surat tersebut. UWTO yg dibayar juga sesuai dengan faktur yang di keluarkan BP BATAM. Lalu setelah 3 kali bertemu dengan Pak Siswanto dan 1 kali bertemu pak Imam Bahron selaku Dir.Lahan, tanggal 10 Mei 2017 baru selesai Indis PL ( surat Pernyataan tetap buat) .

Kemudian pada tanggal 16 Mei 2017, ia memasukkan lagi Permohonan SKEP dan SPJ. Namun malah ditanya sertifikat, kalau tidak ada sertifikat harus membuat surat pernyataan.

“Bukannya kalau sertifikat sudah terbit di PL,SKEP, SPJ di stempel oleh BPN telah diterbitkan Sertifikat, jadi surat pernyataannya untuk apa, bukannya hanya mempersulit dan kebodohan BP Batam,”ungkapnya.

Dia juga mengatakan jika kinerja BP Batam hanya mencari sensasi, pencitraan, dan membuat masyarakat Batam susah, ekonomi lesu, investor hengkang dan pengusaha mati.

”Kalau BP Batam mengklaim kerjanya bagus, biar masyarakat Batam yg menilai dengan  adanya  Ketua, Waka beserta para Deputi  yang telah lebih dari 1 tahun dilantik untuk apa, mereka kerja kan dan untuk Batam, namun yang ada cuma keluhan dari masyarakat dan pengusaha Batam, sulit, sulit tetap sulit”jelasnya.

Dijelaskannya lagi, jika kinerja BP Batam tidak berubah, maka siap-siap saja Batam menuju kehancuran. Ia juga yakin bukan hanya dirinya saja yang mengalami hal tersebut tapi seluruh masyarakat Batam.(mk/mun).

 

 

Print Friendly, PDF & Email