Lantamal IV Tangkap 14 TKI Ilegal di Perairan Karimun

Kapal pengangkut TKI Ilegal yang diamankan petugas. (net)
Kapal pengangkut TKI Ilegal yang diamankan petugas. (net)

Tanjungpinang (Marwahkepri.com) – Satuan Tugas Barelang-17 yang tergabung dalam Tim Charli Lantamal IV Tanjungpinang bersama Tim Western Fleed Quick Response Pangkalan TNI AL (WFQR Lanal) Karimun, menangkap 14 orang TKI yang hendak pulang ke Tanah Air secara ilegal.

“Petugas juga berhasil menangkap seorang tekong TKI dan seorang anak buah kapal. Mereka positif mengonsumsi narkoba,” ucap Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (16/5).

Ia mengatakan, penangkapan belasan TKI ilegal serta dua orang tekong berinisial A (44) dan B (33) berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat.

Informasi tersebut ditindaklanjuti Tim Charli dan Tim WFQR Lanal Karimun, yang berhasil menghentikan kapal cepat pembawa TKI ilegal dan tekong TKI di perairan Karimun.

TKI ilegal ditemukan dalam kondisi tertidur. Tubuh mereka ditutup terpal berwarna hijau agar tidak terlihat petugas.

“A dan B berasal dari Karimun,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan TKI, mereka berlayar dari Pontian, Malaysia dengan tujuan Tanjung Sebatak Leho, Karimun. Pekerja migran itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Teluk Umah Karimun Kepri, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Nusa Tenggara Barat.

“Upaya penyeludupan TKI yang bekerja di Malaysia kembali ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi sudah diprediksi sebelumnya. Biasanya, menjelang bulan suci Ramadhan banyak kegiatan ilegal seperti ini,” tuturnya.

Eko mengatakan aksi TKI ilegal dan tekong TKI itu membahayakan keselamatan, apalagi kapal yang digunakan berukuran kecil.

Menurut dia, tekong pembawa TKI ilegal sengaja menunggu petugas lengah. Mereka tidak pernah kehabisan akal melakukan aktivitas ilegalnya.

“Sepertinya mereka tidak peduli dengan keselamatan penumpang. Padahal sudah sering terjadi insiden di perairan lantaran kelebihan penumpang atau pun cuaca buruk,” tegasnya.

Adapun nama-nama TKI ilegal yang dirilis Lantamal IV antara lain: Abdul Mahrudin (21), Jainudin dan Apriayana (20), Nandang Koswara, Riswandi (19), Iwan, Juju Suriatman (31), Agus Gunawan bin Haji Atom (47), dan Anang (41) berasal dari Cianjur Jabar, Wawan Supiandi (30) dan Sunarti (32) dari Palembang, Asriyadi (44) dari Jambi, Ruhin (44), serta Mustakim (32) dari Lombok Timur dan Mustakim 32 tahun Lombok Timur. (mk/as/bs***)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.