Dosen ITB Yang Menghilang Itu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Suryo Utomo (30)
Suryo Utomo (30)

Jakarta (Marwahkepri.com) – Suryo Utomo (30), Dosen SBM ITB yang pergi tanpa pesan usai mengantar ibunda ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat sejak Rabu (10/5) lalu, ditemukan sudah tak bernyawa di Waduk Cirata, Cianjur.

Jejak Suryo akhirnya terlacak saat mobil Vios bernopol F 1031 DC warna abu-abu yang dikendarainya ditemukan oleh petugas Polsek Ciranjang di perbatasan Bandung-Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis (11/5). Suryo diperkirakan sempat berada Cianjur dan mampir ke ATM juga salah satu toko di kawasan Ciranjang karena ditemukan struk transaksi penarikan dan pembayaran. Kondisi mobil maupun barang-barang milik Suryo seperti KTP, SIM, STNK, dompet dan HP masih rapi di dalam mobil. Kunci juga masih menggantung di mobil.

Lalu pada Sabtu (13/5) sekumpulan bocah menemukan sesosok mayat yang mengambang di Waduk Cirata, Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Mayat pria itu mengenakan kaos hitam bergambar cangkir dengan tulisan ‘Djogja’ dan hanya celana dalam. Anak-anak itu lalu melaporkan kepada petugas Polsek Ciranjang. Jasad itu kemudian dibawa ke RSUD Cianjur.

Penemuan mayat tersebut disampaikan polisi kepada keluarga Suryo. Istri Suryo memastikan jasad tersebut adalah suaminya. Ada kecocokan jenazah dengan ciri-ciri korban sebelum dinyatakan hilang. Salah satunya dari baju yang dikenakan oleh Suryo. Selain itu, ibunda Suryo juga meyakini jasad itu adalah putranya hal ini terlihat dari bekas operasi di dada dan adanya tanda di kaki.

Jasad Suryo kemudian diautopsi. Tim Forensik dari RSUD Sayang Cianjur dan Dokter Kepolisian menduga Suryo meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan di Waduk Cirata. Ada sejumlah luka ditemukan di tubuh Suryo. Salah satunya luka memar di bagian kepala Suryo.

Namun penyebab kematian Suryo masih menyimpan misteri dan terus diselidiki oleh polisi. “Namun belum kita pastikan (luka) itu akibat apa, termasuk (apakah) kemungkinan penganiayaan. Kita akan pastikan karena lukanya acak,” ujar Kapolsek Ciranjang Kompol Sjafri Lubis.

Suryo meninggalkan seorang istri, Gabriella Wibowo, dan seorang anak yang lahir sebulan lalu telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra.

Demikian pula dengan keluarga yang juga meyakini Suryo tidak ada masalah sehingga tidak mungkin dibunuh ataupun bunuh diri. “Kita yakin Suryo tidak dibunuh apalagi bunuh diri. Selama ini dia baik-baik saja, tidak ada masalah keluarga apalagi punya musuh,” ucap paman Suryo, Widanarto.
Pihak SBM ITB juga menilai Suryo sebagai sosok pribadi yang baik dan tidak memiliki masalah sepanjang menjadi dosen. (mk/as/detik***)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.