Bung Karno Utus Raden Sadjad Buka Pangkalan TNI AU Ranai

IMG_20170515_010751
Danlanud Raden Sadjad Kolonel (Pnb) Azhar Aditama

Natuna (Marwahkepri.com) – Mungkin masih banyak kalangan masyarakat Natuna yang belum mengetahui sejarah berdirinya Pangkalan TNI AU di Ranai. Pangkalan TNI AU Ranai, sekarang bernama Lanud Raden Sadjad, dahulunya merupakan pangkalan peninggalan tentara jepang, pada zaman penjajahan.

Setelah Jepang hengkang dan Indonesia merdeka, pada tahun 1954 Presiden pertama Indonesia Soekarno mengutus seorang perwira pertama penerbang bertolak ke Natuna untuk membuka kembali pangkalan udara yang telah lama ditinggalkan.

Bung Karno menugaskan Kapten (Pnb) Raden Sadjad membuka kembali lapangan udara eks militer Jepang. Dengan tujuan sebagai jembatan penghubung nusantara.

Kala itu, Raden Sadjad mendarat di Penagi, masyarakat menduga sang Kapten merupakan tentara Jepang yang hendak kembali menguasai Natuna. Karena itu masyarakat menyambutnya dengan nyanyian ala negeri sakura.

“Dalam rangka mulainya pengoperasian bandara ranai, pada tahun 1954 Kapten  Penerbang Raden Sadjad ditugaskan Bung Karno, untuk membuka pangkalan peninggalan jepang, beliau mendarat di Penagi, oleh masyarakat beliau disangka jepang yang kembali ingin menguasai Natuna, karenanya beliau disambut lagu jepang”, ujar Danlanud Raden Sadjad, Kolonel (Pnb) Azhar Aditama, di bandara Ranai, kemarin.

Kolonel Azhar Aditama menyampaikan, waktu itu Kapten Raden mengajak masyarakat gotong royong untuk membuka pangkalan TNI AU Ranai. Sebagai jembatan udara penghubung seluruh Indonesia.

Pangkalan TNI AU Ranai waktu itu hanya 800 meter, sekarang sekitar 2500 meter. Bersama masyarakat akhirnya Raden Sadjad berhasil menuntaskan misi yang diemban dari Presiden Soekarno.

“Ini merupakan momen emas untuk membuka jembatan udara demi kemajuan Natuna dan Republik indonesia”, ujar Azhar.

Untuk mengenang jasa Kapten Raden Sadjad, saat ini pangkalan TNI AU Ranai, sudah diganti menjadi Lanud Raden Sadjad.(nang)

Print Friendly, PDF & Email