Tidak Terima Dengan Pemberitaan Ilegal Logging di Desanya, Kades Bakong “Sapiudin” Teror Loper Koran

Kades Bakong, Sapiudin (Doc), Senin (07/05).
Kades Bakong, Sapiudin
(Doc), Senin (07/05)

Lingga (marwahkepri.com) – Dengan diberitakan beberapa media perihal desa Bakong Kecamatan Singkep Barat yang di duga sebagai desa penadah bahan kayu ilegal logging hasil jarahan hutan lindung, jenis kayu resak di pulau Singkep Kabupaten Lingga sebagai bahan utama pembuatan kapal kayu bermuatan ratusan ton membuat salah seorang loper media panjikepri mendapat teror dari Kepala Desa Bakong, Sapiudin.

Dari penjelasan Abdullah, loper media panjikepri mengatakan dia kerap mendapat ancaman dan menjadi objek kemarahan Sapiudin perihal pemberitaan tersebut. Dia katakan dari penuturan Sapiudin menyebutkan kemarahan kepada dia yang membawa beberapa media ke desa Bakong tanpa sepengetahuannya, terlebih untuk memberi tahu lebih awal.

“Saya merasa tidak aman dan nyaman sejak pemberitaan itu, pak Kades Bakong terus menelpon dan memarahi saya puluhan kali siang dan malam.Dia terus menelpon saya dan memarahi saya karena sudah membawa awak media datang kedesanya tanpa pemberitahuan terlebih dulu,” papar Abdulah, Minggu (14/05).

Ironisnya disampaikan Abdullah dalam kemarahan Sapiudin, selaku Kades menyebutkan kalimat “kalau mau minta uang cakap saja berapa, asal jangan main tulis berita”. Anehnya, sampai pemberitaan mengenai perihal ini dimuat beberapa waktu lalu, dan sampai hari ini, Sapiudin tidak pernah menghubungi wartawan yang bersangkutan.

Sebelumnya saat dikonfirmasi mengenai status kayu dalam pembuatan kapal kapasitas besar di desa, ketegasan Sapiudin yang menyebutkan dirinya sangat mengetahui aktifitas yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut di desanya merupakan aktifitas yang melanggar hukum dan UU.

Ditemui pada Senin (07/05) lalu diruangan kerjanya, saat bincang-bincang bersama awak media Sapiudin menyebutkan dirinya mengetahui segala aktifitas tersebut salah sehingga pihak desa dimasa jabatannya ini tidak mau mengeluarkan selembar surat pun mengenai izin usaha, sebab mengingat suatu hari nanti akan berhadapan dengan hukum. Namun setelah kemunculan berita, Sapiudin seolah-olah menyanggah ungkapan itu.

“Jangankan untuk merekomendasikan izin usaha galangan kapal yang ada malah saat desa melakukan goro rehab perbaikan jembatan yang rusak aja, saya tidak pernah mengadu hal sama pihak pengusaha galangan kapal,” ungkapnya saat itu. (mk/zul)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.