Parade Tari Daerah Kabupaten Lingga: Malam Ini, 8 Sanggar Tari Siap Tampilkan Kreasi Terbaik

(Doc)
(Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Sebanyak sembilan tim peserta parade tari daerah 2017 tingkat Kabupaten Lingga akan menampilkan tarian kreasi terbaik mereka pada acara yang digelar di lapangan Krida, Daik Lingga, nanti malam. Sembilan tim peserta tari tersebut merupakan perwakilan dari delapan Sanggar di Kabupaten Lingga yang siap berkompetisi, guna menuju sebagai perwakilan parade tari daerah tingkat provinsi yang direncanakan akan di Kabupaten Bintan pada Juli mendatang.

Ketua sangar Seni Langgam Selatan (S’lase), Boy Andika mengatakan pada parade tari 2017, sanggar yang dia pimpin keluar sebanyak dua peserta tari. Dengan menampilkan dua tarian kreasi bertema Mandi Betapes dan tarian Berinai personil sanggar S’lase siap menampilkan yang terbaik dan semaksimal mungkin sebagai upaya meraih kesempatan ketingkat provinsi sebagai delegasi Kabupaten Lingga.

“Alhamdulillah antusias anggota juga semangat. Insyaallah dengan persiapan sejak diumumkan akan diadakan parade tari daerah ini, kami mulai menggarap tarian. Mudahan-mudahan bisa,” kata dia saat dijumpai, Sabtu (13/05).

Sejauh ini dalam menguruskan sanggar S’lase dia katakan belum menemui kendala yang berarti. Terlebih dalam persiapan menempuh kompetisi parade tari tingkat Kabupaten Lingga pada tahun ini.

Meski berbeda sistem pengakomodasian yang dilakukan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga dari tahun-tahun sebelumnya. Namun dengan diberinya uang berbentuk pembinaan pada setiap tim peserta tari sebanyak Rp 4.250.000, dia menilai cukup membantu sebab memupuk kemandirian sanggar.

Selain itu, dana yang digunakan untuk operasional tim juga didapatkan dari Kecamatan Singkep sebanyak Rp 4.000.000 selama kompetisi dilakukan di Daik Lingga, ibukota Kabupaten Lingga.

“Setiap peserta yang ikut ini dapat Rp 4.250.000 dalam bentuk pembinaan selama kami diDaik, mudahan-mudahan dengan kami keluar dua tim dapat lebih. Untuk ini kami datang 40 orang. Untuk operasional selebihnya ada bantuan Camat dan sedikit dari proposal,” papar dia.

Dia yang sejak 2008 membina S’lase juga berharap kedepan pemerintah lebih maksimal dalam menganggarkan dana untuk kegiatan parade tari ini. Sebab dalam ajang ini dampaknya cukup baik dalam memberikan kontribusi mengangkat khazanah budaya Lingga yang kental dengan melayu. Seperti mengangkat Batang yang terendam, berbagai aspek budaya, seni tradisi dan kreasi bisa disalurkan dan diceritakan dalam bentuk musik dan gerakan tari.

“Kalau yang lolos sebagai delegasi mewakili Kabupaten Lingga baik tingkat provinsi maupun nasional dan internasional. Setidaknya para penikmat musik dan tari tau ini Kabupaten Lingga,” lanjut dia.

Adapun sanggar yang berpartisipasi dalam parade tari daerah Kabupaten Lingga tahun inj yakni Sanggar Rapang Kencana perwakilan Kecamatan Selayar, Sanggar Sri Baiduri dari Kecamatan Lingga Timur, Sanggar Megat Syah Alam, Sanggar Sri Pelangi, dan Sanggar Tuah Perkasa dari Kecamatan Lingga, Sanggar Benan Bertuah dari Kecamatan Senayang, Sanggar Megat Rambai perwakilan Kecamatan Lingga Utara dan Sanggar Langgam Selatan dari Kecamatan Singkep. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email