Pompong Milik Desa Berhala Yang Terlantar Masih Belum Ada Perbaikan

Pompong Milik Desa Berhala di pantai Sekop Laut. (Doc)
Pompong Milik Desa Berhala di pantai Sekop Laut. (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Terkait dugaan ditelantarkannya unit pompong transportasi desa Berhala, Kecamatan Singkep Selatan oleh Ketua BPD Berhala beberapa bulan lalu dipantai Sekop Laut, Dabosingkep, masih tampak belum ada perbaikan. Padahal anggaran yang digunakan dalam pembuatan pompong menghabiskan ADD puluhan juta rupiah, namun saat ini masih terkesan diabaikan tidak bermanfaat, Kamis (11/05).

Pantauan lapangan sejak diberitakan mengenai terbengkalainya pompong milik desa ini beberapa waktu lalu, sampai saat ini keadaan pompong masih terlihat sama. Kondisi yang kian memburuk, dan rapuh sebab harus menghadapi panas dan hujan. Begitu juga air yang tergenang dalam mesin dan baling-baling kipas yang hilang belum ada yang diganti.

Pompong yang dianggarkan menggunakan ADD tahun 2016, seharusnya dimanfaatkan sebagai alat transportasi desa dalam menjalankan tugas dan kepengurusan desa menjangkau Kecamatan atau Kabupaten mengingat kondisi desa Berhala terletak dipulau yang jauh diselatan pulau Singkep.

Anehnya sekian bulan pompong tersebut terdampar ditepi pantai Sekop Laut, sebab rusak sampai saat ini belum diupayakan perbaikan. Padahal masalah ini, sudah kerap menjadi pembicaraan dan berkembang polemik ditengah masyarakat Berhala yang menilai Ketua BPD terkesan tidak bertanggungjawab atas kelalaian tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait masalah ini beberapa hari lalu, lewat ponsel rekan media Ketua BPD, Jun mengaku benar jika pompong itu dia pinjam saat pulang dari Berhala ke Dabo dan sampai saat ini dalam keadaan rusak.

“Kita saudara, mengenai pompong itu saya pinjam pulang ke Dabo karena ada keperluan mendadak. Masalah kerusakan itu bukan disengaja melainkan itu suatu musibah dan dalam waktu dekat ini akan digandeng ke pulau Lalang untuk diperbaiki menunggu pencairan ADD tahap pertama 2017 ini,” papar dia melalui ponsel.

Dia juga mengatakan, pompong berkapasitas 2 GT tersebut belum dilakukan serah terima dari desa. Namun karena keperluan mendadak dengan terpaksa meminjam untuk keperluan ke Dabo.

“Mengenai kelalaian yang saya lakukan pasti saye bertanggung jawab,” pungkas dia.

Sementara Kepala Desa Berhala, Ali saat mencoba konfirmasi via ponsel terkait pembiaran aset desa ini belum dapat dihubungi. (mk/zul)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.