Pemkab Natuna Mulai Benahi Objek Wisata Batu Kasah

IMG-20170511-WA0010
Peletakan batu pertama oleh Wabup Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Pemkab Natuna mulai melakukan tahap pengembangan objek wisata pantai Batu Kasah yang terletak di desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan.

Pengembangan objek wisata ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan pondok dan kios wisata oleh Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, Kamis pagi (11/05) dilokasi pengembangan objek wisata Batu Kasah.

Batu kasah merupakan salah satu destinasi wisata di pulau Bunguran besar Natuna. Jarak tempuh dari pusat kota ke kawasan ini kurang lebih 30 menit menggunakan kenderaan roda dua atau roda empat.

Dengan pemandangan laut disertai hamparan bebatuan besar menarik, membuat Batu Kasah menjadi primadona masyarakat dikala mengisi waktu libur.

Objek wisata ini sangat cocok untuk mengisi waktu luang, selain jarak tempuh yang dekat pemandangan di pantai Batu Kasah juga sangat indah dan mempesona.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti pada acara peletakan batu pertama pembangunan pondok dan kios di Batu Kasah mengatakan, objek wisata Batu Kasah merupakan salah satu destinasi wisata bahari menarik yang ada di pulau bunguran besar Natuna. Kawasan ini harus dikembangkan secara maksimal agar potensi yang ada bisa tergarap untuk kenyamanan wisatawan.

“saya sangat apresiasi kepada pemerintah desa dan kecamatan sudah membuat trobosan, untuk mengembang objek wisata melalui dana desa, agar lebih menarik dan nyaman dikunjungi oleh masyarakat dengan pembangunan pasilitas pondok, kios dan gazebo dikawasan wisata ini”, ujarnya.

Dikatakan Ngesti, Natuna saat ini sudah menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Pariwisata merupakan salah satu sektor penting di Natuna. Pemerintah daerah selalu berupaya mendorong pengembangan kawasan wisata agar lebih menarik dan berkembang sebagai salah satu sektor pendapatan daerah dimasa mendatang.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya mengembangkan objek wisata yang ada secara bersinergi dengan berbagai instansi agar keberadaan objek wisata tepat sasaran.

“kita ingin pengembangan sektor wisata di daerah ini secara bersinergi dengan seluruh instansi terkait, baik pemerintah desa, PU, lingkungan hidup agar pariwisata ini berjalan maksimal tidak sepenggal jalan”, tambah Ngesti.

Dukungan dari masyarakat, sangat diharapkan agar pengembangan objek wisata batu kasah lebih baik. DED pengembangan objek wisata Batu Kasah sudah ada tinggal pengembangan saja, selain itu dukungan dari pemerintah pusat juga ada melalui Kementerian Pariwisata.

Ngesti berpesan agar pemerintah desa dan kecamatan selalu lakukan koordinasi dengan OPD terkait dalam pengembangan objek wisata Batu Kasah agar pengembangan lebih cepat terlaksana.

Ngesti juga berharap Natuna tidak hanya dikenal sebagai daerah migas dan perikanan, tetapi juga dikenal sebagai daerah pariwisata sebab banyak destinasi wisata yang tidak kalah menarik dengan wilayah lain.

Sementara itu, Kades Cemaga Tengah, Zaidan mengatakan pembangunan pondok dan kios wisata bersumber dari dana desa tahun 2017, pembangunan gazebo atau tempat duduk 10 unit.

“pembangunan tahap awal ini, kami mulai dengan anggaran desa tahun 2017, pembangunan kios 6×4 meter Rp49 juta, pembangunan pondok wisata 2×2 meter Rp59 juta dengan masa pengerjaan selama 60 hari”, terangnya.

Ia berharap tahap awal pengembangan objek wisata Batu Kasah mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Mudah-mudahan objek wisata batu kasah menjadi primadona bagi masyarakat.

Dipinta dukungan juga dari pemerintah daerah agar pembangunan objek wisata batu kasah lebih berkembang dan mempunyai daya tarik tersendiri untuk dikunjugi wisatawan.

“kita ingin tamu atau wisatawan yang berkunjung ke batu kasah merasa nyaman, kami burupaya memberikan pasilitas baik berupa tempat duduk (gazebo) sebanyak 10 titik, kios dan pondok wisata disekitar pantai”, tutur Zaidan.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email