Pemkab Lingga Segera Gelar Forum Group Discussion, Guna Memantapkan Ide Pemanfaatan Sumbar Daya Air Mengalir Ke Batam

Ilustrasi Pipa Bawah Laut (net)
Ilustrasi Pipa Bawah Laut (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Guna memantapkan ide pemanfaatan sumber daya air yang melimpah di Kabupaten Lingga, Bupati Lingga, Alias Wello, S.IP akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Menggali Potensi dan Pemanfaatan SDA Kabupaten Lingga” yang melibatkan sejumlah pakar air dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR, Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), ahli perpipaan bawah laut dan stakeholder terkait di hotel Harmoni, Batam pada, Sabtu (13/05) mendatang.

FGD tersebut akan dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB), Dr. H. Asman Abnur, SE, M.Si didampingi Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si.

Hal tersebut dilakukan guna keseriusan pemerintah Kabupaten Lingga dalam upaya menggarap potensi sumber daya alam berupa air di bumi yang bergelar Bunda Tanah Melayu. Selain itu, upaya ini merupakan langkah awal agar Presiden RI, Joko Widodo merespon krisis air di Kota Batam dapat diatasi dengan suplay air dari Kabupaten Lingga.

Sejauh ini kaya Awe sapaan akrab Bupati Lingga sejumlah pakar ahli air dan perpipaan bawah laut dilibatkan untuk memberi sumbangsih pemikiran agar kekayaan alam Lingga yang melimpah tersebut, tidak lagi terbuang sia-sia ke laut.

“Memang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah membangun Bendungan Sei Gong, tapi itu bukan solusi satu-satunya. Karena itu, kita tawarkan konsep penyaluran air baku dari Lingga ke Batam dan sekitarnya melalui sistem perpipaan bawah laut,” ungkap Awe di Daik Lingga, Kamis (11/05).

Dengan diadakan FGD, lanjut Awe diharapkan mampu mampu menjawab kerisauan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengenai kekurangan air di Kepri, khususnya Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan sekitarnya.

Dengan tersedia kontur alam berupa belasan air terjun dari sejumlah pegunungan di Kabupaten Lingga sangat menunjang ide inovasi ini. Air yang salama ini mengalir terbuang ke laut, justru akan lebih termanfaatkan menunjang kemajuan perkembangan Kabupaten Lingga.

“Padahal, kalau potensi ini digarap secara profesional, saya yakin masalah kekurangan air di Kepri ini dapat diatasi,” lanjut Awe.

Sejumlah pakar yang bersedia hadir pada FGD di Hotel Harmoni, Batam yakni Kasubdit Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat Ditjen SDA Kementerian PUPR, Alexander Leda, ST, MT, Ahli Perencanaan Wilayah dan Daerah Berbasis SDA UGM, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, MT, IAI, Pakar Pemanfaatan dan Pengelolaan SDA UGM, Dr. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc, Pakar Air Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, Dr. Ir. Arie Herlambang, MS dan Ahli Perpipaan Bawah Laut, Ing. Alex Agung Mardwiyanto. Selain itu, acara FGD tersebut, juga akan dihadiri sejumlah anggota DPR dan DPD RI Dapil Kepri dan Riau.

Dikatakan Awe para narasumber yang dilibatkan merupakan pakar air yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitas dan kompetensinya. Selain itu, Alex Agung Mardwiyanto, ahli perpipaan bawah laut yang punya pengalaman menangani penyaluran gas melalui pipa bawah laut dari Natuna ke Singapura yang jaraknya mencapai 500 kilometer.

“Tentu informasi dan masukan mereka sangat kita butuhkan,” jelas Awe. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.