“Guru” Bukan Hanya Soal Profesi Tapi Lebih Dari Itu

Ilustrasi Mendidik (net)
Ilustrasi Mendidik (net)

“Kita tidak membutuhkan penjejalan, tapi kita membutuhkan pengembangan dan penyempurnaan pikiran dari setiap siswa dengan pengetahuan yang berasal dari fakta-fakta yang mendasar”, begitu ungkapan tokoh pemikir besar dunia, Karl Marx.

Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah, seperti apa yang dipikirkan. Bukan hanya sekedar mengajar dan berbagi ilmu pengetahuan kepada anak-anak didik. Namun bagaimana seorang guru bisa mengayomi dan mendidik anak dengan sebuah keberhasilan yang baik.

Guru selain mampu menyampaikan pelajaran yang baik dikelas, namun juga harus mampu memberikan contoh sebagai teladan yang baik untuk siswa. Ibarat pepatah, perintah yang paling efektif adalah memberikan contoh.

Dengan contoh murid bisa lebih memahami maksud pembelajaran. Dengan kedekatan pula guru harus mampu menguasai kelas. Artinya tidak harus selalu memanfaatkan murid dengan perintah demi keuntungan pribadi. Sikap itu harus ditanam sebagai bekal agar menjadi lebih baik dalam bersikap terutama dihadapan siswa.

Tidak hanya disekolah atau dikelas, guru juga harus bisa menjadi teladan dilingkungan masyarakat. Menjadi pusat perhatian masyarakat agar mampu memotivasi semangat menyekolahkan anak untuk orang tua.

Namun apakah semua guru sudah menjadi teladan yang baik??? Mungkin belum, karena masih banyak guru-guru yang belum professional baik dalam mengajar maupun mendidik. Banyak guru yang bisa mengajar tapi belum tentu bisa mendidik. Banyak guru yang kadang sulit menyelesaikan kasus kasus dalam pembelajaran. Terlebih dengan sistem kurikulum pendidikan yang kerap berubah.

Mendidik merupakan tugas yang berat bagi seorang guru dalam menghadapi dunia pendidikan. Apalagi situasi saat ini guru dalam mendidik tidak lagi harus dengan kekerasan karena terbantah dengan UU perlindungan anak dan UU kekerasan.

Tugas ini akan menjadi lebih berat untuk mencetak geranasi-geransi yang bukan hanya pintar tapi bermarwah dan bermartabat.

Guru harus mampu mendekatkan diri dengan memahami karakter masing-masing anak agar lebih mudah menuntun anak untuk bisa hidup lebih terarah, bermanfaat dan berakhlak mulia dalam menghadapi era globalisasi ini, dimana terjadi degradasi nilai-nilai budaya bangsa dan nilai-nilai agama yang kian terpinggirkan, kian luntur dari peradaban umat manusia.

Tuntutan guru agar mampu bersikap profesional dan menanamkan nilai “Guru bukan sekedar soal profesi tapi bagaimana menciptakan generasi bangsa yang pintar, bermarwah, dan menjunjung nilai luhur bangsa Indonesia”. (*”*/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.