Samsat Kota Batam Turun Langsung ke Masyarakat Untuk Memberikan Pelayanan

Drs. Teddymar Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah Kota Batam
Drs. Teddymar Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah Kota Batam

Batam (Marwahkepri.com) – Dalam meningkatkan pelayanan dan kemudahan kepengurusan pajak kenderaan masyarakat, Samsat Kota Batam membuka beberapa konter pelayanan pajak mall dan tempat shoping seperti di Corner BCS Mall, SP Batuaji dan Corner Harbour bay.

 

Selain itu mereka juga menggunakan Samsat bergerak ke pulau – pulau, para petugas samsat ditemani polisi akan turun kepulau untuk memberikan pelayanan kemasyarakat pulau – pulau tersebut, sehingga mereka tidak perlu lagi jauh – jauh untuk datang ke Kota Batam.

“Kan kasihan juga, pajak motornya misalnya hanya Rp.150.000, tetapi ongkos yang dikeluarkannya mungkin bisa saja Rp.300.000, dank arena itu kita datangi mereka,”ujar Drs. Teddymar selaku Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Kota Batam.

Dijelaskan Teddy, jadwal untuk Samsat bergerak ke pulau – pulau 2 minggu sekali,

Dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam dan meningkatkan pelayanan dibidang pajak kenderaan ini, Teddy mengatakan membuat inovasi dan strategi baru.

Sekarang ini, dia mengatakan bahwasanya Samsat telah menyurati Kecamatan untuk melihat kondisi didaerah mana masyarakat yang pemukimannya padat dan belum memenuhi kewajibannya untuk membayar wajib pajak.

“Kita menyurati Kecamatan, dan selanjutnya kecamatan akan menyurati Kelurahan dan begitulah sampai kebawahnya sehingga nantinya kita bisa mengetahui daerah mana yang belum memenuhi wajib pajaknya,”ungkapnya.

Untuk tahap pertama, Samsat Kota Batam akan menguji coba 3 Kecamatan, Kecamatan Bengkong, Nongsa dan Kecamatan Sungai Beduk.

“Perlu diketahui, Samsat itu kan terdiri dari beberapa beberapa instansi terkait, dari Dispenda, dari Kepolisian, Jasa Raharja dan pihak Bank. Sekarang ini kami lagi nunggu persetujuan dari kepolisian, kalu yang lain – lain sudah,”jelasnya.

Menurutnya terobosan itu merupakan inovasi terbaru dimana pihak Samsat langsung turun kemasyarakat memberikan pelayanan sebaik mungkin.

“Kalau kita memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, dan mereka mulai sadar untuk membayar pajak, otomatis PAD kita juga bertambah,”ujarnya.

Menurutnya, di Batam ini wajib pajaknya paling banyak, dan permasalahnnya juga banyak, yaitu sekitar 60 persen banding 40 persen, namun untuk yang 40 persen tidak bisa dikategorikan orang yang tidak bayar pajak, karena mungkin saja kendaraannya rusak dan ada alasan lainnya.

“Saya tidak berani mengatakan 40 persen masyarakat Batam tidak membayar pajak kenderaan, karena bisa saja kan, misalnya saya punya kenderaan 3, sedangkan yang saya pakai Cuma 1, dan yang duanya lagi sudah rusak, tetapi datanya masih ada, kan bisa aja itu alasannya,”tambahnya.

Teddy berharap kedepannya masyarakat bisa membayar pajak, karena kalau tidak banyak kerugian yang akan dialaminya, seperti kalau ingin menjual kenderaan tersebut harga jualnya akan turun dan kerugian lainnya lagi.(mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.