Pompong Milik Desa Berhala Terkesan Ditelantarkan

Pompong kapasitas 2 GT milik desa Berhala yang tidak terawat dipantai Sekop, Dabosingkep, Kamis (04/05)
Pompong kapasitas 2 GT milik desa Berhala yang tidak terawat dipantai Sekop, Dabosingkep, Kamis (04/05)

Lingga (marwahkepri.com) – Sebuah pompong kapasitas 2 GT milik desa Berhala, kecamatan Singkep Selatan yang diperoleh lewat pengadaan desa dengan menghabiskan sebanyak Rp 60 juta ADD tahun 2016, terkesan diabaikan pemerintah desa tersebut. Pompong yang difungsikan untuk keperluan transfortasi Kades dan BPD desa Berhala kini tersandar tak terawat dipantai Sekop Laut, Dabo Singkep, Kecamatan Singkep sejak beberapa bulan lalu.

Dengan kondisi geografis berpulau-pulau, justru dengan adanya pompong sangat memudahkan kinerja atas pelayanan desa kepada masyarakat berkordinasi ke Kecamatan atau Kabupaten. Namun keadaan ini malah terbalik, adanya pompong yang sudah tersedia tapi dibiarkan tanpa perawatan.

Ei, seorang warga desa Berhala mengatakan pompong tersebut sudah lebih dari 3 bulan tersandar tidak terawat. Dari pengamatannya pompong milik desanya itu terkesan ditelantarkan. Bahkan dengan jelas dia sampaikan pompong tersebut ditinggalkan begitu saja oleh Ketua BPD Berhala dan belum ada perbaikan sampai sekarang.

Menurutnya beberapa bulan lalu pompong ini dibawa Katua BPD Berhala ke Dabosingkep dengan alasan keperluan yang mendesak. Namun dengan kondisi asal tambat, akhirnya pompong ini terdampar begitu saja dipantai Sekop Laut.

Ketika dipantau kelapangan keadaan pompong sangat memprihatinkan. Mesin sudah terendam air asin, kipas hilang, dan kondisi papan pompong sudah keropos. Padahal pengadaan pompong ini belum genap satu tahun.

“Belum genap setahun dibeli pompong ini sudah ditelantarkan. Lihat mesinnya saja sudah hampir terendam air semua mana kipas sudah tidak ada. Sungguh tidak bertanggung jawab,” kata Ei ketika menemani pantauan media, Kamis (04/05).

Tidak hanya itu, dia sampaikan ketika pompong ini masih aktif dan layak digunakan, masyarakat tidak bisa membawanya dengan alasan ini milik desa semata untuk keperluan transfortasi dinas pemerintah desa, Kades, BPD dan perangkat desa.

“Harusnya ini dijaga sedemikian bagusnya agar bila perlu siap jalan tapi kenapa sekarang sudah sekian bulan lamanya pompong tidak ini tidak diperbaiki malah jika kita lihat ini seolah-olah di sembunyikan dan menunggu hancur saja,” ucap dia dengan kesal.

Semetara Kades Berhala, Muhammad Ali membenarkan pompong tersebut milik desa Berhala. Namun dia tidak bisa menyalahkan seratus persen pihak BPD sebab belum tahu pasti kejadian sebenarnya. Dia yakin pihak BPD tidak mungkin menelantarkan aset desa dan lepas tangan begitu saja dengan kelalaian ini. Dengan begitu setelah dikonfirmasi, dia sampaikan akan segera menarik kembali pompong tersebut, dan melakukan perbaikan serta perawatan untuk keperluan dinas.

“Dalam waktu dekat ini akan kami tarik ke pulau Lalang. Saya ini serba salah pak dicakap makan kedaging tak dicakap makan ketulang. Tapi saya sangat yakin kalau Ketua BPD kami tidak mungkin tidak bertanggung jawab prihal kelalaian atas ini,” jawabnha ketika dikonfirmasi via handpone.

Namun sampai berita ini ditulis, Ketua BPD Berhala belum dapat dikonfirmasi guna keterangan lebih jauh. (mk/zul)

Print Friendly, PDF & Email