BNN : Artis Tidak Hanya Menjadi Korban, Bisa Juga Menjadi Pengedar

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta (Marwahkepri.com) – Kalangan artis masih menjadi pasar subur bagi jaringan peredaran narkoba. Bahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga artis tidak hanya menjadi korban penyalahgunaan, tetapi juga bisa menjadi pelaku pengedar barang haram itu.

Berdasarkan hasil penelusuran BNN, jaringan peredaran narkoba cukup kuat mengalir ke kalangan artis. Beberapa artis itu tak hanya memosisikan diri sebagai pengguna, tetapi juga mengedarkan narkoba ke rekan mereka.

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, dua artis, yakni Ridho Rhoma dan Iwa Kusuma, harus berurusan dengan hukum akibat kedapatan mengonsumsi dan memiliki narkotika jenis sabu dan ganja.

“Kita terus telusuri jaringan (peredaran narkoba), banyak larinya ke artis. Diduga, jaringan narkoba ke artis melibatkan artis juga,” terang Ketua BNN Budi Waseso saat mengisi dialog bertema Komitmen kita untuk Indonesia sehat bebas dari penyalahgunaan narkoba bersama sejumlah artis di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (4/5)

Meski tidak mengungkap jumlah artis yang terindikasi sebagai pelaku peredaran narkoba, Budi Waseso menyebut kalangan artis menjadi lahan empuk peredaran narkoba. Sebab, gaya hidup dan tingkat kemampuan finansial mereka mampu membuka celah empuk itu.

“Saya sampaikan ke Deputi Penindakan (BNN) saya, jangan dulu lakukan penindak­an sebelum saya ketemu rekan-rekan artis (berdialog). Jadi, kalau nanti ada artis yang tertangkap, jangan sampai ada anggapan (BNN) sengaja mengincar artis,” terangnya.

“Negara ibarat pohon. Maka narkoba ialah bahaya yang menyerang pohon itu. Kalau sudah menyerang akar, pohon itu tidak akan pernah bisa berbuah, Ini sudah menjadi ancaman besar bagi generasi penerus” ujar Dedi Gumelar alias Miing Bagito yang hadir dalam dialog tersebut.

Selain Miing, dialog itu pun dihadiri sejumlah artis, yaitu Sammy Simorangkir, Prilly Latuconsina, serta Pretty Asmara.

Pada 1970-an, Indonesia hanya jadi pelintasan dari Tiongkok menuju Australia. Tahun lalu, Tiongkok yang masih menjadi pemasok narkoba terbesar di Asia mengirimkan 192 ton narkoba ke Indonesia.

Namun, akhir-akhir ini petugas kepolisian dan BNN sudah beberapa kali menemukan pabrik narkotika berskala besar beroperasi di beberapa tempat di Indonesia. (mk/as.mi***)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.