Disdik Lingga Segera Upayakan Perbaikan Masalah-Masalah Guru

Ilustrasi UKG (net)
Ilustrasi UKG (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Kesenjangan tenaga pendidik yang masih belum merata di Kabupaten Lingga menjadi kendala lajunya pertumbuhan pendidikan. Hal ini terlihat dari orientasi perbandingan dari wilayah Dabosingkep yang kelebihan 50 tenaga pengajar, sementara wilayah kepulauan Senayang kekurangan 70 tenaga pengajar.

Selain itu, hal lain yang menjadi masalah berjalan ditempat kualitas dan kuantitas pendidikan di Kabupaten Lingga adalah tingkat kedisiplinan guru dan mutu kompetensi guru.

Terlebih untuk wilayah kepulauan yang kinerja mereka sulit untuk dipantau, baik pengawas atau pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga sendiri. Sedang mutu didik tenaga pengajar masih sebanyak 800 guru belum terfasilitasi uji kompetensi kurikulum 2013 (K13) yang merupakan landasan mengajar guru di Indonesia saat ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, H Kasiman S.Pd mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Lingga tengah berupaya mengatasi faktor-faktor penyebab keterpurukan dunia pendidikan daerah tersebut.

Penempatan guru yang lebih dominan diwilayah kota akan diupayakan pemerataan kesejumlah pulau-pulau atau wilayah sekolah yang kekurangan guru.

“Kita akan tempatkan puluhan guru untuk mencukupi kebutuhan tenaga pendidik di wilayah Kepulauan Senayang,” ungkap dia, Selasa (02/05).

Sementara terobosan baru yang diwajibkan setiap guru untuk ber-selfie dilingkup sekolah tempat mengajar setiap hari dan mengirimkan hasil gambar ke grup WhatsApp(0 (WA) yang telah disiapkan Dinas Pendidikan merupakan langkah dalam mendisiplinkan guru terutama diwilayah terpencil.

“Sekarang ini tingkat kedisplinan guru Lingga sudah 92 persen dari sebelumnya 62 persen,” tuturnya.

Mengenai mutu didik guru, kata Kasiman sebanyak 800 guru tersebut ditargetkan hingga tahun 2018 semuanya sudah terfasilitasi uji kompetensi. Dengan harapan dapat memberi peningkatan level pendidikan dasar pada anak-anak didik sebagai generasi penerus.

Sebab itu menurutnya dengan anggaran yang terbatas pihaknya akan berkerja semaksimal mungkin demi mencapai dunia pendidikan Kabupaten Lingga agar bisa setara dengan Kabupaten/Kota lainnya di Kepualaun Riau atau meningkat dari sebelumnya.

“K13 itu adalah kitab suci para guru Indonesia saat ini. Kalau mereka (guru) tidak menguasai itu, bagaimana bisa mengajar dengan benar. Target kami 2018 ini para guru Lingga sudah ikut uji kompetensi semuanya, kami kebut. Tahun 2019 kami tak ingin ada lagi cerita tentang kurikulum,” ungkapnya. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.