Penutupan STQ Natuna Berlangsung Didalam Masjid Agung

IMG_20170430_192517
Sekda Natuna menyerahkan piala kepada pemenang lomba

 

 

 

Sekda Natuna : Musibah Puting Beliung Merupakan Peringatan 

Natuna (Marwahkepri.com) – Perhelatan akbar Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke IX tingkat Kabupaten Natuna usai sudah. Sekda Natuna Wan Siswandi menutup secara resmi ajang bernuansa islami tersebut, Sabtu malam (29/04), di Masjid Agung Natuna.Meski pada malam penutupan STQ, Bupati dan Wakil Bupati Natuna tak hadir, acara berlangsung lancar. Turut hadir Ketua dan anggota DPRD Natuna, Kepala Kemenag Natuna, FKPD, OPD, dan Tokoh agama dan Tokoh masyarakat.

STQ ke IX Natuna berlangsung dari tanggal 25 – 29 April 2017, sebanyak 15 kecamatan turut mengirimkan kafilah bertarung untuk jadi yang terbaik. Tiga kategori dilombakan pada STQ kali ini, diantaranya Tilawah, Tahfizh, dan Tafsir Qur’an.

Berdasarkan hasil Keputusan Dewan Hakim STQ Natuna nomor 1 tahun 2017, berikut ini Qori-Qoriah dan Hafiz-Hafizah yang berprestasi di STQ Natuna 2017.

Cabang Tilawah golongan anak-anak putri, terbaik I diraih oleh Nur Halimah, utusan kecamatan Bunguran Timur Laut. Terbaik II Sasa Pilda, utusan kecamatan Midai. Terbaik III Delfia Zahwa Tsalsabila, dari kecamatan Suak Midai, dan terbaik IV Istiqomah, kecamatan Bunguran Timur.

Tilawah anak-anak putra, terbaik I diraih oleh Muhammad Abdul Hadi, utusan kecamatan Bunguran Timur Laut. Terbaik II Muhammad Kholil Fajri, kecamatan Bunguran Timur. Terbaik III Andriansyah, kecamatan Pulau Tiga, dan terbaik IV Khairul Arfani, kecamatan Bunguran Selatan.

Tilawah golongan dewasa putri, terbaik I diraih oleh Wiwin Winarti, kecamatan Subi. Terbaik II Jaulina, kecamatan Serasan Timur. Terbaik III adalah Susnita, Midai dan terbaik IV Yaumi Fitri dari kecamatan Suak Midai.

Sedangkan Tilawah golongan dewasa putra, terbaik I diraih Solihin, dari kecamatan Bunguran Timur Laut. Terbaik II Agusteri, kecamatan Bunguran Selatan. Terbaik III adalah Harto, utusan Serasan Timur dan terbaik IV Ahmad Jalaludin dari Bunguran Barat.

Tahfizh golongan 1 juz putri, terbaik I diraih Fitria, utusan Midai. Terbaik II Donella Amanda, utusan Bunguran Utara. Terbaik III Regiliadita, utusan Bunguran Timur dan terbaik IV Nyimas Mercy Aulia, dari Bunguran Selatan.

Tahfizh golongan 1 juz putra, terbaik I diraih Muliyadi, utusan Bunguran Timur. Terbaik II Diko Ardiansyah, utusan Midai. Terbaik III Muhammad Fadhlurrahman, utusan Bunguran Barat dan terbaik IV Hairudin, dari Bunguran Timur Laut.

Tahfizh golongan 5 juz dan Tilawah putri, terbaik I diraih Estiparia Febriani utusan Midai. Terbaik II Fitri Andini, utusan Serasan Timur. Terbaik III Wildariani, utusan Serasan dan terbaik IV Septi, dari Bunguran Barat.

Tahfizh golongan 5 juz dan Tilawah putra, terbaik I diraih M.Da’i Maftuh utusan Serasan Timur. Terbaik II Tony Alfiansyah, utusan Bunguran Timur. Terbaik III Bakti Eki Andianto, utusan Suak Midai dan terbaik IV Hakiki, dari Pulau Tiga.

Tahfizh golongan 10 juz putri, hanya diikuti satu peserta, atas nama Nurliana Ulva, kafilah Pulau Laut, dengan nomor peserta HQ 61, jumlah nilai 50,94. Karena hanya satu peserta Dewan Hakim memberikannya juara terbaik II.

Sementara itu Tahfizh golongan 10 juz putra, hanya diikuti dua peserta. Dewan Hakim memeberikan gelar terbaik II kepada Muhammad Hafiz Muzaki dari Midai, dan terbaik III Bazaruddin dari Pulau Laut.

Demikian juga dengan Tahfizh golongan 20 Juz Putra, hanya ada dua peserta. Terbaik II atas nama Jurais dari Bunguran Timur, dan terbaik III Lukhman Kurniawan dari Midai. Tahfizh golongan 20 juz putri nihil peserta.

Perlombaan lainnya, juara 1 stan pameran diraih kecamatan Suak Midai dengan jumlah nilai 360, juara 2 Bunguran Barat 348 poin, juara 3 kecamatan Subi 342 poin, harapan 1 Bunguran Batubi 336 poin, harapan 2 Serasan Timur 332 poin, dan harapan 3 kecamatan Midai dengan 322 poin.

Melihat dari hasil STQ yang telah berlangsung Sekretaris Daerah Wan Siswandi, menyatakan bersyukur atas telah terselenggaranya acara dengan baik meski sempat mendapakan kendala pada saat pelaksanaan karena musibah angin puting beliung.

“Ucapkan tahniah saya sampaikan kepada peserta, saya juga berpesan agar para juara jangan cepat puas diri, teruslah asah kemampuan, sedangkan bagi yang belum mendapatkan juara jadikan sebagai cambuk untuk motivasi, yakinlah kerja keras akan membawa hasil maksimal pada kesempatan yang lain, kita semua berharap LPTQ kedepan agar dapat mendorong para peserta untuk mendapatkan prestasi lebih baik lagi”.

Dalam sambutanya, Siswandi juga mengingatkan musibah angin puting beliung yang terjadi sebelumnya, merupakan peringatan, sesungguhnya kekuasaan Allah sangatlah besar.

“Yang terpenting adalah kita mensyukuri nikmat, maka akan mendapatkan nikmat lebih besar, begitu sebaliknya, dengan itu kita harus ikhlas, yang mengetahui kita ikhlas atau tidak hanyalah Allah”. Kata Siswandi.(nang)