Warga Segeram Bersyukur, Program TMMD Membuka Tabir Keterisoliran

IMG-20170414-WA0017
Pembukaan jalan program TMMD

Natuna (Marwahkepri.com) –  Pada tahun 2017 TNI Angkatan Darat memperioritaskan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Segeram,  Natuna. Warga pun menyambut suka ria kegiatan ini, karena akan membuka tabir keterisoliran yang selama ini menjadi keluh kesah.

Sejatinya, dusun Segeram masuk kedalam wilayah pemerintahan Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Akan tetapi, daerah ini bak dianak tirikan, karena kurang tersentuh pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna.

Dahulu, penduduk dusun Segeram cukup banyak, namun satu per satu mulai hengkang dan kini tinggal berjumlah 33 Kepala Keluarga. Minimnya fasilitas pendidikan dan akses jalan yang tak kunjung dibangun menjadi faktor utama meninggalkan kampung halaman.

Hadirnya program TMMD TNI AD yang bakal membangun jalan, fasilitas MCK dan kegiatan sosial lainnya, membuat masyarakat punya semangat baru untuk mempertahankan tatanan kehidupan yang selama ini mulai pudar karena terisolir.

Sumiyati, Ketua RW 07 dusun Segeram, mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada TNI karena telah memilih dusun Segeram sebagai perioritas kegiatan TMMD.

“Kami warga Segeram dan saya atas nama Ketua RW 07 mengucapkan terima kasih karena akses jalan  kami ke Kelarik sudah dibuka. Yang dulu tidak ada MCK, sekarang sudah ada”, ujarnya saat dihubungi melalui telpon seluler.

Sumiyati juga berharap, kedepannya jika ada kegiatan seperti ini, dusun segeram tetap manjadi perioritas dari TNI.

“Harapan saya kegiatan ini terus berlanjut. Warga Segeram ini sudah sedikit, jangan sampai berkurang lagi. Kegiatan TMMD ini sangat membantu, kalau bisa seterusnya berlanjut”.

IMG-20170414-WA0014
Pembangunan fasilitas MCK

Berkat kegiatan TMMD ini juga Sumiyati menjelaskan, warganya tidak perlu lagi pindah untuk menyekolahkan anaknya, karena selama ini para warga harus ikut pindah jika anak mereka menuntut ilmu di tingkat yang lebih tinggi seperti SLTP dan SLTA

“Dengan adanya akses jalan, warga segeram tidak perlu pindah-pindah lagi, sebelumnya untuk sekolahkan anak, warga ikut pindah di daerah anaknya sekolah”.

Dahulunya kata Sumiyati,  orang tua harus ikut pindah jika anaknya melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi, jika tidak para orang tua harus rela berpisah dengan anaknya karena anaknya wajib ngekos ditempat mereka menuntut ilmu.

“Sekarang anak-anak kami tidak perlu ngekos, pagi berangkat sekolah ke Kelarik, sorenya sudah bisa pulang ke segeram”, harapnya.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.