BMKG Dabosingkep Coba Analisis Musuibah Puting Beliung Desa Selayar

Musibah Puting Beliung didusun Tanjung Dua, Desa Selayar Kecamatan Selayar, Jum'at (
Musibah Puting Beliung didusun Tanjung Dua, Desa Selayar Kecamatan Selayar, Jum’at (28/04) pagi.

Lingga (marwahkepri.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dabosingkep mencoba menganalisis bencana puting beliung didusun Tanjung Dua, Desa Selayar, Kecamatan Selayar Kabupaten Lingga. Musibah puting beliung yang disertai angin kencang dan hujan lebat terjadi pada, Jum’at (28/04) lalu hingga merusak enam rumah dan satu bangunan sekolah dasar.

“Kita akan lihat seperti apa. Kita sekarang lagi analisis terkait puting beliung yang terjadi kemarin itu,” kata Kepala BMKG Dabosingkep, Sahat Mauli Pasaribu, Sabtu (29/04).

Saat ini dia katakan pihaknya masih melakukan download citra satelit terjadinya puting beliung tersebut. Sebelumnya pada Rabu (26/04) untuk keadaan cuaca pada Kamis (27/04) sudah disampaikan pihaknya. Apalagi pada Jum’at (28/04) terjadi hujan lebat disertai petir.

“Nanti akan kita kasih perakiraan kita dulu untuk tanggal 27 sampai 28. Selepas itu baru kita share analisa kejadiannya. Saat ini kami sedang siapkan,” jelasnya.

Sebelumnya memang pada 28 April lalu, pusaran angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 03.20 WIB pagi dengan durasi waktu sekitar 15 menit lamanya itu menerbangkan atap rumah warga dan merubuhkan pohon-pohon di kampung Tanjung Dua, Desa Selatan Kecamatan Selayar.

“Selain itu satu  bangunan sekolah dasar juga jebol atapnya. Namun aktifitas belajar mengajar hari ini tetap berjalan walau masih banyak berserakan pohon- pohon tumbang,” kata  Firman, salah satu warga korban Puting beliung , Jumat (28/04) lalu.

Semua warga yang mengetahui kejadian ini berteriak dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. “Kami terkejut sekali pak, karna selama ini tidak pernah terjadi angin puting beliung  yang seperti ini.” Sambung Firman. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.