BAIS dan BIN Tidak Pernah Memberi Izin, Kepala Imigrasi Batam Mengaku Terdesak Jual Nama Mereka

Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam, Batam Centre
Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam, Batam Centre

Batam (Marwahkepri.com) – Pernyataan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam, Teguh Prayitno yang menyatakan bahwa pemulangan tiga anggota Armed Force Singapore beserta dua pelajar Singapura yang ikut terjaring razia Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) Yustisi Wira Pari pada Minggu(23/4) dini hari lalu telah mendapat persetujuan dari lembaga BAIS dan BIN berbuntut panjang.

Karenanya, kedua lembaga intelijen negara tersebut mengaku tidak memberi izin atas pemulangan tersebut.

“Kami memang ada saat pemulangan itu, tapi sifatnya kami hanya memantau dan mendampingi saja, bukan memberi izin, karena pemberian izin tersebut bukan wewenang kami,” ungkap salah seorang anggota BIN didampingi anggota BAIS kepada Kepri Media Group Senin (24/4) malam.

Saat dikonfirmasi, Teguh mengaku mengeluarkan statement tersebut lantaran terpaksa dan terdesak. “Saya didesak dengan pertanyaan-pertanyaan wartawan, ada 100 orang wartawan yang menghubungi saya, bertanya masalah prosedur pemulangan WN Singapura itu, makanya saya katakan sudah mendapat izin dari BIN dan BAIS,” ungkapnya.

Ia lalu menjelaskan bahwa pemulangan terhadap tiga anggota Armed Force Singapore serta tiga pelajar tersebut sudah memenuhi prosedur.

“Prosesnya sudah sesuai keimigrasian, kita lakukan pemeriksaan lalu barulah dipulangkan dengan pengawalan,” ucap Teguh.

Ia berjanji akan memaparkan semua prosedur pemulangan WN Singapura itu kepada wartawan dan masyarakat Selasa (25/4) siang di Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam.

“Saya akan adakan konferensi pers untuk prosedur pemeriksaan dan pemulangan WN Singapura itu besok,” tutupnya.

Sebelumnya, akibat tak membawa identitas tiga tentara Singapore Armed Force diamankan petugas saat melakukan razia Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) Yustisi Wira Pari pada Minggu(23/4/2017) dini hari di Kampung Bule, Nagoya.

Ketiga tentara Singapore tersebut diketahui bernama Ashok Kumar S/ O Ilangovan, Sakhpel S/O Muttu dan Kanessan Gunasegaran. (mk/as/bc***)