Unit Saber Pungli Lingga, Tangkap ABK KMP Sembilang Pelaku Pungli

Pelaku Pungli digiring ke Polsek Dabosingkep, Jum'at (21/04).
Pelaku Pungli digiring ke Polsek Dabosingkep, Jum’at (21/04).

Lingga (marwahkepri.com) – Bahtiar (31), salah satu ABK ro-ro KMP Sembilang terpaksa harus berurusan dengan hukum dan berstatus tersangka, dalam komando Polres Lingga. Pasalnya, dia tertangkap basah pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Saber Pungli Kabupaten Lingga didalam KMP Sembilang dengan modus sewa kasur, matras dan tikar fasilitas negara kepada sejumlah penumpang selama pelayaran dengan rute Dabosingkep – Batam.

Kapolres Lingga, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, SIK, MH membenarkan hal itu. Dia sampaikan Informasi dari Pokja Intelegen Kejaksaan Lingga telah berhasil mengungkapkan dan mengamankan pelaku pungli dalam KMP Sembilang rute Dabosingkep – Batam. Tersangka ditangkap pukul 21.00 WIB, Kamis (20/04) pada titik koordinat 00°15’826″ S 108°21’899″ E, sekitar 10 mil dari pelabuhan Jagoh.

Lelaki ber-KTP Aceh Selatan tersebut ditangkap karena memungut uang dari penumpang yang menggunakan kasur,matras dan tikar dalam pelayaran. Tersangka memanfaatkan fasilitas negara yang seharusnya diterima oleh penumpang dengan gratis. Parahnya lagi, jelas Ucok modus ini telah dilakukan sekitar 1,4 tahun.

“Tersangka atas nama nama Bahtiar (31) kita amankan bersama beberapa barang bukti. Antara lain sejumlah uang Rp. 1.030.000 dan 3 (tiga) buah kasur serta 1 buah tikar. Pelaku mengutip biaya tempat tidur dan tikar sebesar Rp 10.000 – Rp 20.000 per malam,” Kata Ucok, pada konfrensi pers di Polsek Dabo, Jum’at (21/04).

Saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan. Tersangka harus berhadapan dengan Pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat selama 1(satu) tahun dan paling lama selama 20 tahun atau denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 100.000.000.

Menurut Ucok, kasus ini jangan dilihat dari besar kecilnya satuan operasi tangkap. Namun kasus ini menyangkut keberadaan fasilitas negara ditengah masyarakat.

“Memang kalau dilihat dari nilai satuannya relatif kecil.Tetapi ini menyangkut keberadaan negara ditengah-tengah masyarakat. Dan kami mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari Kejaksaan,TNI dan dari Pemkab Lingga sendiri. Dari tersangka mengakui uang pungli disetor ke Nakhoda kapal,” ungkap dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.