Sebentar Lagi Facebook Bisa Baca Pikiran Manusia

sensor-otak

 

Jakarta (Marwahkepri.com) – Saat banyak pemilik akun media sosial sibuk menyatakan ekspresi kebahagiaan, kekecewaan, dan sindiran, Facebook  sedang menggelar konferensi yang membahas teknologi di masa depan manusia. Konferensi itu bertajuk F8, dan adalah kali kedua acara tahunan tersebut digelar. Di sana, Marck Zuckerberg, sang pendiri, memaparkan dobrakan apa saja yang segera diluncurkan perusahaannya. Mulai dari bagaimana Facebook akan terus mengadaptasi SnapChat ke dalam jaringannya sendiri, Messenger yang akan dibuat lebih mirip WeChat, hingga bahasa-bahasa pemasaran lainnya yang ia gunakan untuk menjelaskan bagaimana Facebook akan terus meraup pundi-pundi uang.

Ada satu hal paling menarik yang sedang serius digarap Facebook, yaitu: teknologi membaca gelombang otak, brain-computer interface (BCI). Atau bahasa lebih kerennya: teknologi membaca pikiran.

Berita itu datang dari Regina Dugan, Kepala Divisi Building8 Facebook, bagian yang khusus memikirkan inovasi-inovasi yang akan dibuat perusahaan itu. Dalam ceramahnya, Regina mengumumkan bahwa Facebook sedang mengembangkan teknologi baru yang dapat membaca gelombang otak, sehingga manusia tak perlu lagi menatap layar ponselnya untuk mengetik email. “Cukup dengan memikirkannya saja,” kata Dugan.

Hal ini digarap serius oleh Facebook. Menurut Dugan, perusahaannya telah membentuk sebuah tim berisikan 60 orang, termasuk mesin mesin pembelajar dan ahli saraf buatan untuk menciptakan sebuah sistem khusus. Saat ini bahkan Facebook sedang membuka lowongan pekerjaan sebagai teknisi brain-computer interface dan teknisi neural imaging (teknologi untuk melihat gambaran kerja otak). Tujuannya untuk menciptakan sistem mumpuni yang bisa mengetik 100 kata per menit—lima kali lebih cepat daripada ketikan tangan pada ponsel pintar—langsung dari otak manusia. “Kedengaran mustahil, tetapi (teknologi) ini sudah lebih dekat dari yang kau bayangkan,” ungkap Dugan.

Selain membutuhkan ahli-ahli saraf dan kerja otak seperti di atas, Facebook juga berencana mengembangkan teknologi sensor non-invasi yang bisa mengukur ratusan kegiatan otak dalan satu detik dengan resolusi yang tinggi, agar dapat membaca sandi yang dikirimkan sinyal otak terkait bahasa yang digunakan pada saat itu. “Tak ada teknologi semacam itu hari ini; kami masih perlu mengembangkannya,” tambah Dugan.

Ia membungai mimpi tersebut dengan kemudahan-kemudahan yang akan dibawanya. Misalnya, seorang wanita yang mengidap ALS, penyakit saraf yang bisa membawa kelumpuhan, tidak lagi kepayahan berkomunikasi karena alat kecil sebesar kacang polong yang bisa membaca pikirannya. Facebook rencananya memang akan mengembangkan alat pembaca pikiran tersebut menjadi ukuran tertentu, yang tak perlu ditanam ke dalam tubuh manusia lewat operasi.

Regina sendiri membayangkan manusia di masa depan—yang tak jauh lagi itu—mengenakan kacamata Virtual Reality dalam sehari-harinya.

Alat tersebut kelak juga bisa menerjemahkan bahasa-bahasa dengan kecepatan super, sehingga orang-orang berbeda bahasa dapat saling bercakap dan mengerti. Kata Dugan, “ dimasa depan akan sangat mungkin aku berpikir dalam bahasa Mandarin, dan kalian memahaminya langsung dalam bahasa Spanyol.”

Bahkan, alat tersebut akan punya fitur “mute”, yang akan membungkam suara yang tak ingin kita dengarkan. Teringat salah satu episode Black Mirror? Sinetron thriller dari Netflix yang menceritakan hal-hal seram dari perkembangan teknologi. (mk/mn)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.