Ngesti Berharap Peringkat Natuna Meningkat Pada MTQ Provinsi 2018

Suasana acara di aula Asrama Haji
Ngesti menyampaikan kata sambutan

Natuna (Marwahkepri.com) – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti membuka peserta pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Natuna, Kamis (20/04) di gedung Asrama Haji.

Pembukaan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Natuna, Kepala Bagian Kesra, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), dan sejumlah undangan lainnya.

Ketua Pelaksana, Saripudin menyampaikan, kondisi geografis Natuna yang terdiri dari banyak pulau menimbulkan hambatan untuk melakukan pembinaan secara menyeluruh ke pelosok daerah.

Letak kecamatan di pulau-pulau menjadi latar sulitnya pembinaan, selama ini pembinaan terkesan hanya terkonsentrasi di kabupaten. Karena hal diatas LPTQ Natuna membuat trobosan program kerja, agar seluruh daerah mendapatkan standarisasi pembinaan yang lebih baik.

Agar mempunyai daya saing, akan ditingkatkan ke jenjang lebih tinggi. Selama ini di Natuna Tahfiz Quran hanya mencapai 5-10 juz, akan ditingkatkan menjadi 10-30 juz. Dalam hal ini lingkungan pesantren sangat mendukung untuk tahfiz qur’an.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menuturkan, selama ini LPTQ merupakan lembaga penyelenggar STQ dan MTQ tingkat daerah maupun nasional. Namun belakangan ini aturan berubah, sehingga kegiatan penyelenggaraan menempel di lembaga pemerintah.

Terkait LPTQ Natuna tahun 2017 telah membuahkan kata sepakat, pengembangannya tidak lagi menggelontorkan anggaran ke setiap kecmatan. Akan tetapi pembinaannya terpusat di kabupaten, dengan menggandeng dua pesantren.

“Kita ingin punya kader terbaik di masa depan, bahkan nanti di Masjid agung bisa dibuat sentral pembinaan. Untuk itu bukan hanya kegiatan seperti tahfiz dan tilawah, memang ada cabang lain yang kita persiapkan untuk MTQ 2018”.

Ngesti berharap kepada pengurus LPTQ sesuai dengan bidang-bidangnya, pasca penyelenggaraan STQ Natuna tidak lama lagi, harus mulai menyusun kegiatan dan jadwal pembinaan, dengan harapan bisa bersaing pada MTQ Provinsi Kepri di Kabupaten Lingga.

“Saya berharap setelah STQ Kabupaten, pengurus LPTQ sudah harus mempersiapkan se serius mungkin mngatur jadwal pembinaan. Harapannya kita bisa bersaing pada MTQ provinsi di Lingga, yang penting prestasi kita naik, jadi harus kerja keras”.

Kedepan Ngesti juga menginginkan adanya program buta aksara. Caranya dengan merangkul hingga ke tingkat pedesaan. Karena kader-kader di desa bisa saja dirangkul untuk dibina lebih serius di kabupaten.(nang)