Operasi Selam BMKT, Tongkang CV Sarana Bahari Memakan Korban Jiwa

Ilustrasi
Ilustrasi

Lingga (marwahkepri.com) – Rombongan pekerja selam Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) oleh CV Sarana Bahari diwilayah pulau Serak dan pulau Berhala, Kecamatan Singkep Barat memakan satu korban jiwa. Sampai saat ini, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim gabungan dari pihak Polres Lingga dan TNI AL berserta masyarakat desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Sabtu (14/04).

Menurut informasi aktifitas pengangkatan BMKT diperairan pulau Serak dan pulau Berhala sudah berlangsung sejak 09 April lalu. Dengan jumlah personil selam sebanyak 10 orang tenaga.

“Mereka mulai berlabuh tanggal 08 April lalu. Semua pekerja didatangkan dari Batam, mereka juga berlabuh dan istrahatnya di pulau Serak karena pulau Serak dekat dengan wilayah oprasi kerja mereka,” ungkap salah satu narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu (19/04).

Dia katakan musibah yang menelan satu korban jiwa atas nama Efri Agun alias Atan (20), warga Tanjung Balai Karimun sejak pukul 14.00, Sabtu (14/04) lalu masih terus dilanjutkan dengan melibatkan tim gabungan Polres Lingga dan TNI AL serta masyarakat desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Berat.

Sementara TNI AL, IPTU Asiam Wirga via handpone mengatakan terkait musibah tersebut sepenuhnya tanggungjawab CV Sarana Bahari, Dabo Singkep.

“Namun untuk mengetahui pasti kebenarannya kita menunggu hasil penyidikan,” papar dia.

Sayangnya, setelah dilakukan konfirmasi dengan pihak CV Sarana Bahari yang berkantor di Dabo Singkep, A’eng alias Sukardi selaku pimpinan perusahaan tidak berada ditempat dengan alasan berurusan diluar daerah.

“Kami hanya sebatas mengurus izin olah gerak kapal saja ke syahbandar luar dari pada itu kami tidak tau dan untuk lebih jelasnya nanti langsung aja bapak-bapak temui pimpinan kami nanti , yang sekarang kebetulan masih ada urusan luar daerah dan diperkirakan beberapa hari lagi baru pulang,” ungkap Sugitu, bawahan A’eng. (Zul / mk)

Print Friendly, PDF & Email