Andi Lala Membunuh Karena Hutang Piutang Sebesar 5 Juta

Andi Lala saat dibawa ke Mapolda Sumut
Andi Lala saat dibawa ke Mapolda Sumut

Medan (Marwahkepri.com) Motif pembunuhan Andi Lala terhadap Riyanto beserta keluarganya di Medan, Sumatera Utara (Sumut), terungkap.
Jika sebelumnya disebut-sebut persoalan warisan, Andi Lala mengaku membunuh karena merasa kesal karena utang piutang Rp 5 juta untuk membeli narkotika jenis sabu.
Adapun aksi keji tersebut telah direncanakan Andi Lala sejak Jumat (7/4). Bahkan, ia rela menggadaikan sepeda motornya untuk modal membunuh.

Andi Lala lalu mengajak rekannya yaitu Roni dan Andi Syahputra. Mereka merencanakan pembunuhan tersebut di rumah Andi Lala, Jalan Pembangunan II, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, pada Sabtu (8/4).

“Di situlah mereka merencanakan pembunuhan dan perampokan terhadap Riyanto,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Nurfallah.

Dari pengakuan Andi Lala, lanjut Nurfallah, hasil gadai sepeda motornya digunakan untuk membeli besi sepanjang 60 sentimeter yang kemudian disimpan di jaketnya. Andi lala juga menyewa mobil dan membeli keperluan lain untuk membunuh para korbannya.

“Setelah berkumpul, Andi Lala, Roni dan Andi Syaputra berangkat ke rumah Riyanto,” ujarnya.

Sesampainya di rumah Riyanto, Andi Lala mengajak korbannya tersebut mengonsumsi sabu. Sedangkan Roni dan Andi Syahputra menunggu di teras rumah Riyanto untuk berjaga-jaga mengamati keadaan di sekitar rumah korban.

“Saat Riyanto lengah, Andi Lala langsung melakukan aksinya menggunakan besi,” terang Nurfallah.

Melihat Riyanto tersungkur bersimbah darah, Andi Lala kemudian masuk ke dalam kamar Riyanto untuk mengambil harta benda. Ketika membongkar lemari kamar Riyanto, istrinya, Sri Riyani terbangun. Melihat Sri Riyani terbangun, Andi Lala memukul kepalanya dengan besi.

“Dari kamar Riyanto, Andi Lala mengambil laptop, tas dan harta benda lainnya,” terang  Nurfallah lagi.

Tindakan Andi Lala tersebut ternyata diketahui mertua Riyanto, Marni dan anak-anak Riyanto yaitu Naya, Gilang Laksono dan Kinara. Tidak mau aksinya diketahui, Andi Lala juga melancarkan aksi kejinya kepada mertua dan ketiga anak Riyanto.

“Ketiganya juga dipukul besi di bagian kepala, hanya Kinara yang selamat,” ia menambahkan.

Merasa korbannya sudah tersungkur, Andi Lala, Roni dan Andi Syaputra meninggalkan lokasi. Sementara, besi yang digunakan Andi Lala dibuang di parit tidak jauh dari lokasi rumah korban.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus menyelidiki untuk mengungkap kemungkinan kasus-kasus lain yang dilakukan oleh Andi Lala. Pihaknya juga telah mengamankan enam orang, yaitu Andi Lala, Andi Sahputra, Roni, Reni Safitri, Irfan dan Riky.

Sebelumnya pembunuhan satu keluarga tersebut sempat membuat heboh warga Medan pada Minggu (9/4). Dari satu keluarga tersebut, hanya Kinara yang berusia empat tahun yang selamat. Sementara orang tua, nenek dan kakak-kakaknya ditemukan meninggal. (mk/as/l6***)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.