Pelabuhan Semerawut, Dishub Rapatkan Barisan

images (6)
Pelabuhan Tanjung Payung, Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Iskandar Dj menyebutkan pelabuhan Tanjung Payung, Ranai masih terbilang semerawut lantaran kegiatan dipelabuhan itu masih belum teratur sedemikian rupa. Hal ini memerlukan koordinasi semua pihak.Apalagi, belakangan ini lonjakan penduduk bertambah signifikan, hal ini memerlukan pasokan pangan dan barang lainnya sehingga kesibukan di sentra-sentra pergerakan barang seperti pelabuhan juga turut disibukkan.

“Ya betul, kesemrautan di pelabuhan semakin terlihat. Antrian panjang pun tidak terelakkan. Ini bukti kalau kita semakin ramai,” kata Iskandar di Jalan Soekarno Hatta, Ranai, Senin (17/4).

Menurutnya, kegiatan di pelabuhan laut terutama sekali pelabuhan Penagi memerlukan aturan berprilaku sehingga ada dasar bagi petugas dan pihak-pihak yang berkenaan dengan pelabuhan dalam berkegiatan.

Selama ini, kegiatan di pelabuhan penagi masih berlangsung tanpa aturan yang jelas sehingga kegiatan di pelabuhan itu masih belum terjadwal sebagaimana mestinya.

“Dampaknya pada kelancaran arus pergerakan barang. Pemilik barang masih sesuka hati saja menurunkan barangnya dari kapal sehingga kapal yang belakangan sandar perlu waktu lama menunggu antrian. Makanya sering terjadi kelangkaan barang karena telat turun dari kapal,” terangnnya.

Prihal ini, Iskandar mengaku akan segera melakukan pertemuan dengan pihak terkait terutama sekali Pengusaha dan Syahbandar Natuna guna membahas prihal dimaksud.

“Rencananya siang ini kami ketemu dengan pengusaha dan Syahbandar. Kami akan rapat koordinasi. Kondisi ini harus kita atasi secepatnya,” tegas Iskandar.

Dikatakannya, Dishub sudah lama memberikan opsi kepada pengusaha pengguna pelabuhan itu agar proses bongkar muat menjadi lebih lancar. Akan tetapi hingga saat ini opsi tersebut belum bisa diterima pedagang.

“Kita sudah tawarkan kepada pedagang agar mereka menempatkan barangnya dulu di gudang begitu kapalnya sandar, baru dilangsir. Cuma ide itu belum bisa diterima pedagang dengan alasan yang cukup subyektif. Tapi apapun ceritanya, kegiatan pelabuhan harus ditata ulang,” tutupnya (mk/nang)