Koperasi Natuna “Mati Suri” Kala Tak Dapat Bantuan

IMG_20170410_183516
Wakil Bupati mengalungkan kartu peserta

Natuna (Marwahkepri.com) – Koperasi di Kabupaten Natuna kian hari semakin mengerucut, setakat ini jumlahnya hanya puluhan yang bisa eksis dan bertahan hidup. Dikala Pemerintah Daerah memutus tali bantuan, satu per satu Koperasi mulai tengkurap.

Hal ini diamini Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti saat membuka pelatihan Pengelolaan Manajemen Koperasi di penginapan Feliona, Senin (10/04/2017).

Pemda Natuna sejak dahulu sudah maksimal mensupport Koperasi dengan mengucurkan bantuan melalui dana APBD. Namun derasnya kucuran anggaran tersebut, tidak mampu mendobrak Koperasi kearah lebih maju.

Justru dengan dibukanya keran bantuan, membuat Koperasi di Natuna tumbuh subur, layaknya jamur dimusim hujan. Sebaliknya, saat ini banyak Koperasi “Mati Suri” ketika pemerintah tidak lagi memberikan bantuan pembinaan.

“Memang ada semacam uporia, dulu ada bantuan dari Pemda, makanya timbul begitu banyak Koperasi. Tapi setelah tidak ada bantuan lagi, mati semua”.

Orang nomor dua di Natuna ini mengatakan, agar Koperasi bisa berjalan dengan baik, harus dikelola secara sungguh-sungguh. Tentunya diimbangi dengan produksi Koperasi itu sendiri.

“Sekarang ini yang ada bisa dihitung, makanya disinilah perlunya mengelola Koperasi dengan sungguh-sungguh. Agar bermanfaat bagi pengelola dan masyarakat Natuna”.

Disamping lemahnya manajemen, hingga membuat banyak Koperasi mati suri, sejauh ini masih banyak pengelola Koperasi yang Gaptek alias tidak mengerti komputerisasi, sistemnya masih secara manual.

Ngesti berharap, setelah pelatihan manajemen ini, Koperasi di Natuna kembali bergairah. Yang tadinya mati, bisa hidup kembali.

Acara bertajuk Pelatihan Pengelolaan Manajemen Koperasi/KUD bagi pengurus Koperasi ini, diprakarsai Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna.

Sang Kepala Dinas, Helmi Wahyuda mengatakan, pelatihan ini diikutinya sebanyak 30 pengurus Koperasi dari seluruh kecamatan dan akan berlangsung selama tiga hari kedepan.

Tujuannya agar pelaku lebih profesional dan meningkatkan pengetahuan dalam mengelola Koperasi, karena selama ini banyak yang tidak paham.

“Yang kita undang ini memang koperasi yang eksis dari seluruh kecamatan. Ada pelaku industri dan ada juga dari Koperasi Perikanan”.

Pelatihan ini menghadirkan dua orang nara sumber dari Kementerian Koperasi dan UKM. Belum ada wacana untuk memberikan bantuan kepada Koperasi, karena tergantung kepada kebijakan Pemerintah Daerah.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.