Kadar Keasaman Tinggi, Lahan Sawah Bukit Langkap Masih Terbengkalai

Pemandangan sawah Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Jum'at (07/04)
Pemandangan sawah Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Jum’at (07/04)

Lingga (marwahkepri.com) – Sebanyak 45 hektar lahan sawah di desa Bukit Langkap Kecamatan Lingga Timur masih belum dapat ditanami secara optimal. Hal tersebut dikarena kondisi kadar keasaman tanah yang masih tinggi menjadi kendala pertumbuhan padi.

Kades Bukit Langkap, Sudarmin mengatakan kadar asam yang tinggi pada tanah membuat padi kerap gagal panen. Sampai saat ini lahan seluas 45 hektar yang sudah terbangun masih dibiarkan terbengkalai dengan pemanfaatan kurang optimal.

“Kadar asamnya masih tinggi, jadi kami biarkan dulu. Biar rumput tumbuh dulu supaya asamnya habis diserap rumput,” kata dia, Jum’at (07/04).

Dengan masih tinggi kadar asam pada lahan tersebut, justru menghambat pertumbuhan padi. Sehingga sekarang masyarakat petani Bukit Langkap lebih memilih untuk bertanam palawija. Selain itu perkiraan kondisi panen yang memakan waktu lama yakni 3 bulan juga menjadi alasan petani lebih fokus ke tanaman holtikultura.

“Kondisi panen itu 3 bulan. Saya juga sudah tidak enak lagi sama masyarakat kalau terus-terusan di suruh ke sawah sementara mereka juga butuh biaya hidup. Jadi sekarang mereka lebih fokus berkebun tanaman holtikultura, semacam sayur-sayuran, cabe, jagung dan lainnya. Sebab perputaran ekonomi masih cepat, dengn  panen yang cepat dan dijual cepat,” ujar dia.

Melihat kondisi lahan sawah yang masih memprihatinkan sebab tidak tergarap dengan sempurna. Dengan kondisi ini, dia akui pesimis lahan 45 hektar mampu dimanfaatkan secara optimal.

“Saya kurang yakin. Sebab itu harus organik. Sementara lahan saja masih berserakan dengan akar kayu,” papar dia (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.