Pelaku Penembakan Rumah Ketua LAM Kini Ditahan

IMG-20170408-WA0020
Dandim bersalaman dengan Tomas Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Oknum aparat pelaku penembakan rumah Ketua LAM Natuna di desa Sungai Ulu, saat ini tengah ditahan dan diproses di Sub Denpom AD. Demikian disampaikan langsung Dandim 0318 Natuna Letkol (Inf) Ucu Yustiana, kepada keluarga Wan Zawali, siang ini (08/04).

Dandim bersama Kasdim Mayor (Inf) Oki Fikriansyah, Pasintel Kapten (Inf) Narta, didampingi anggota legislatif Wan Sofyan, sengaja berkunjung ke rumah korban untuk menyampaikan progres kasus tersebut.

Pada kesempatan itu, turut hadir Umar Natuna, Daeng Rumaidi, Nasoha, Wan Aris Munandar dan sejumlah tokoh lainnya, menyaksikan penuturan Dandim terkait perkembangan pasca insiden penembakan itu.

“Saya ingin menepati Janji, kalau pelaku penembakan akan segera di ungkap.Dan kini oknum tersebut telah ditahan di Sub Denpom AD terhitung tanggal 30 Maret”, sebut Dandim.

Untuk mengetahui siapa pelaku  insiden penembakan, Dandim mengaku mengalami beberapa kesulitan. Selain tidak adanya saksi yang mengetahui ketika penembakan berlangsung,  ternyata pelaku penembakan berbeda dengan oknum yang sempat berkelahi dengan pemuda Sungai Ulu sebelum malam penembakan.

“‘Kurangnya Saksi pada kasus Insiden penembakan ini membuat sedikit kesulitan, namun akhirnya pelaku telah di ketahui dan kini di tahan di Sub Denpom Natuna”.

Sementara itu, Ketua LAM Natuna Wan Zawali mengapresiasi kedatangan Dandim untuk menyampaikan bahwa pelaku telah diketahui dan saat ini telah ditahan.

“Terimakasih atas kedatangan pak Dandim, saya dan rekan LAM juga pada waktu Lalu telah berembuk untuk menyatukan sikap dan tindakan atas insiden Pasca penembakan di rumah saya”, tutur pria yang kerab disapa Encik  itu.

Dalam rapat  di Kantor LAM pada pekan lalu, Umar Natuna memyampaikan  beberapa poin sebagai rangkumam pertemuan. Yaitu segera menangkap dan menindak pelaku penembakan, memberikan jaminan untuk hal serupa tidak terulang kembali, dan tunduk ajar pada Adat Melayu di Natuna.

Hal senada juga disampaikan Daeng Rumaidi, mengharapkan agar prilaku oknum TNI bisa lebih baik kepada Masyarakat dan berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Kami juga telah bersepakat bahwa untuk kasus ini tidak sampai melibatkan kepada Dandim 0318 Natuna, harapan nya agar oknum pelaku saja yang di berikan sanksi dan tidak sampai menganggu reputasi karier Komandan”,ujar Daeng Rumaidi.

Akan hal ini, Dandim 0318 Natuna selaku penguasa teritorial di Natuna  mengucapkan minta maaf atas prilaku salah satu Oknum yang melakukan insiden penembakan dan telah mengambil sikap untuk mengantisipasi secara preventif.

“Saya juga akan melaporkan kepada Komandan satuan untuk dapat dan meminta maaf kepada bapak Wan Zawali, untuk pelaku Penembakan akan di jelaskan Langsung nanti oleh Sub Denpom Natuna  Selaku Polisi Militer atas pelanggaran dan sanksi yang akan diberikan nantinya oleh Mahkamah Militer” Ucap Dandim.

Dandim juga berharap kepada masyarakat, agar dapat menyampaikan bila mana ada anggota melakukan tindakan yang tidak benar dan melanggar Hukum Adat Melayu.

Anggota DPRD wan Sofyan pun berharap, nanti akan digelar pertemuan selanjutnya untuk menjelaskan masalah insiden penembakan ini. Sehingga masyarakat mengetahuinya, agar kedepan nya bisa terjalin hubungan yang humanis antara TNI dengan Masyarakat, sesuai dengan moto Bersama Masyarakat TNI Kuat.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.