Bupati Natuna Resmikan Kantor Kelurahan Sedanau

IMG-20170407-WA0045
Bupati Hamid Rizal menandatangani prasasti kantor lurah Sedanau

Natuna (Marwahkepri.com) – Peresmian Kantor Kelurahan Sedanau sebagai upaya agar dapat menumbuhkan suasana baru yang dapat mendorong gairah dan semangat kerja yang produktif disertai pengabdian yang berpihak kepada masyarakat, demikian dikatakan Bupati Natuna Hamid Rizal pada acara peresmian Kantor Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Jum’at (07/04) di Balai Astaka Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan Gunting Pita oleh Bupati Natuna dilanjutkan dengan peninjauan ruangan-ruangan yang terdapat di Kantor Kelurahan Sedanau.

Lebih lanjut Bupati Natuna menyampai kan bahwa kantor kelurahan  diresmikan merupakan bangunan yang masuk dalam program badan pengelola perbatasan kabupaten Natuna bersumber dari dana tugas pembantuan departemen dalam negeri tahun 2016.

“Setelah pelaksanaan proses pembangunan, alhamdulillah Kantor Kelurahan Sedanau ini telah selesai dan siap untuk digunakan dan pada kesempatan ini, telah diresmikan penggunaannya” kata Hamid.

Hamid menambahkan pemerintah daerah berencana untuk mempercepat pembangunan jembatan dari sedanau ke pulau besar

“Bukan hanya jembatan yg kita bangun akan dibuat pipa air besar juga disampingnya. Agar musim kemarau masyarakat sedanau tidak kesulitan air” kata hamid.

Peresmian ini di hadiri oleh ketua tim penggerak PKK, SKPD, Kapolsek Bunguran Barat, Danramil Bunguran Barat, Lurah Sedanau, Kepala desa se Bunguran barat, berserta tokoh masyarakat lainnya. Selain peresmian kantor kelurahan Sedanau dilakukan juga pencanangan gerakan peduli sampah beserta gerakan kota berbunga.

Camat Bunguran Barat Ferizaldy menjelaskan, pencanangan gerakan peduli sampah dilakukan untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan lingkungan. Gerakan ini merupakan aksi nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatasi masalah sampah disekitar lingkungan.

“Kami berupaya agar dapat mengurangi kebiasaan masyarakat Sedanau membuang sampah di laut. Karena kebiasaan ini bisa mencemari laut yang ada di Sedanau”, ucapnya.

Selain itu juga melakukan gerakan kota berbunga. Gerakan kota berbunga ini bertujuan untuk memperindah kota agar menjadi daya tarik untuk wisatawan untuk datang ke sedanau.

“Langkah awal kami mulai menanam bunga dan memberi himbauan kepada masyarakat. Jadi setiap rumah harus ada satu bunga. Harapan saya juga ingin menjadikan sedanau sebagai kota di atas air”, sambung Ferizaldy.

Pencanangan gerakan peduli sampah dan gerakan kota berbunga ini masih dalam proses dan pelan pelan akan diupayakan agar cepat terlaksana.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.