Kadis Distamben Sumut Tertangkap OTT Polda Sumut

Ilustrasi
Ilustrasi

Medan (Marwahkepri.com) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan Operasi Tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumut, Eddy Saputera, di kantornya yang berada di Jalan Pasar II, kawasan Setiabudi, Medan, Sumatera Utara Kamis (6/4).

Petugas yang tergabung dalam tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) tersebut menyita uang yang diduga hasil pungli sebesar Rp 39.900.000 sebagai barang bukti. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah dokumen pengurusan izin galian C dari kantor Distamben Sumut.

“Ada tiga orang yang diamankan. Satu merupakan kadis dan dua orang lagi merupakan anak buahnya. Mereka masih menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pungli tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk pengembangan,” ujar seorang perwira Polda Sumut.

Perwira yang tidak ingin disebutkan namanya itu mencurigai, pungli yang dilakukan oknum itu sudah berlangsung lama. Setiap pengusaha yang melakukan pengurusan izin proyek galian C diduga dimintai uang dengan jumlah tidak sedikit. Kondisi ini membuat mereka yang dirugikan merasa keberatan.

Sebelumnya, Polda Sumut mengamankan enam oknum dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Februari 2017 kemarin. Mereka diamankan terkait kasus pungutan liar (Pungli).

Salah seorang yang diamankan itu adalah Kepala BPN Deliserdang, Kalvin Sembiring. Polisi juga menyita dokumen terkait tanah, uang dari dalam sebuah mobil sekitar Rp 60 juta dan dari dalam sebuah ruangan yang lebih dari Rp 100 juta.

“Ada sembilan orang yang kami bawa untuk menjalani pemeriksaan. Ini terkait dugaan kasus penyuapan. Status mereka belum lagi sebagai tersangka. Ini diketahui setelah selesai pemeriksaan, termasuk Kepala BPN Deli Serdang,” kata seorang petugas.

Menurut informasi, uang Rp 60 juta yang ditemukan dari dalam mobil Kijang Innova putih BK 1173 M itu diduga milik Kepala Seksi Pengesahan Pertanahan, Indra. Uang yang diamankan itu dicurigai sebagai hasil suap dari pihak tertentu.

Para oknum dari BPN Deli Serdang itu diamankan polisi dari rangkaian operasi sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli). Awalnya, petugas mengamankan dua orang, yang kemudian akan dikembangkan lebih lanjut.

“Termasuk ruangan Kepala BPN Deli Serdang kami geledah. Penggeledahan ini kasus yang sedang ditangani. Ada sejumlah dokumen yang disita. Kasus ini masih dalam pengembangan,” sebut seorang perwira polisi yang terlibat dalam menangani kasus tersebut. (mk/as/beritasatu***)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.