Buntut Penembakan Rumah Ketua LAM, APPN Sampaikan “Jeritan” Kepada Presiden

IMG_20170407_204918
Aksi damai Aliansi Pemuda Peduli Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Penembakan yang terjadi di rumah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Natuna belum lama ini masih berbuntut panjang. Sekelompok pemuda dijuluki Aliansi Pemuda Peduli Natuna kembali berkoar-koar menyuarakan aspirasi.

Pada Jumat (07/04), mereka menggelar aksi damai mengutuk sikap arogansi oknum aparat di Natuna. Aksi damai itu diawali long march dari Jalan Pramuka, dan memusatkan aksi di simpang tiga Tugu Padamu Negeri, jalan Soekarno-Hatta, sekitar pukul 13.30 WIB.

Meski aksi damai pengutukan ini hanya dilakoni puluhan pemuda Natuna, mereka tak peduli, terpenting aspirasi mereka didengar dan menyita perhatian pemerintah pusat. Kepolisian wilayah hukum Natuna melakukan pengawalan ketat.

Dalam orasinya, koordinator aksi Muttaqin menyerukan, aksi teror yang terjadi di Sungai Ulu, tepatnya di kediaman Ketua Lembaga Adat Melayu, telah menimbulkan keresahan dan kegelisahan ditengah masyarakat Natuna.

Penembakan membabi buta tersebut tentunya telah menampar rasa aman dan rasa nyaman yang selama ini dibangun di Natuna. Apalagi aksi teror ini telah menimpa Ketua LAM Natuna merupakan RAJA Tanah Melayu Natuna.

“Aksi teror yang terjadi di rumah kediaman Ketua Lembaga Adat Melayu, Kepulauan Riau Kabupaten Natuna telah melukai dan menampar serta mencoreng rasa aman masyarakat”.

Secara bergantian, pemuda tergabung dalam Aliansi disingkat APPN itu menyampaikan orasi. Sebagian lagi membagikan selebaran tuntutan aksi kepada masyarakat setelah jalan yang semula diblokir Polisi kembali dibuka.

Aksi damai digawangi APPN ini menyuarakan enam poin tuntutan, diantaranya :

Mengutuk keras aksi arogansi oknum aparat yang melakukan penembakan secara berutal di rumah Ketua LAM Natuna, merupakan simbol marwah bumi Melayu Natuna.

Meminta kepada pihak berwenang dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, serta aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas aksi teror tersebut, sesuai dengan undang-undang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meminta Presiden RI meninjau ulang tentang penempatan para prajurit pihak pertahanan dan keamanan di Kabupaten Natuna, agar tidak menimbulkan gejolak persoalan sosial dan konflik baru serta memunculkan gesekan ditengah masyarakat Natuna.

Meminta jaminan keamanan dan kepastian agar kejadian serupa tidak akan terulang lagi di bumi Natuna.

Agar pembinaan perilaku prajurit yang ditempatkan di Kabupaten Natuna menghormati dan menghargai adat istiadat dan tunjuk ajar budaya Melayu Natuna.

Meminta prajurit melakukan pendekatan secara humanis dengan masyarakat Natuna, agar tetap terjalin rasa aman dan nyaman karena bersama masyarakat TNI kuat.

Penyampaian aspirasi masyarakat itu berlangsung tertib dan aman. Aksi berakhir pada pukul 14.52 WIB dan ditutup dengan mengadakan doa bersama, selanjutnya bubar dengan dikawal polisi menuju jalan Pramuka.

Pantauan Marwahkepri.com dilapangan, para orangtua dari Lembaga Adat Melayu tidak ikut dalam aksi tersebut. Padahal, sebelumnya pengurus LAM telah mengadu ke DPRD Natuna.

Dalam pertemuan dengan DPRD, LAM meminta agar mengawal kasus ini hingga tuntas dan ketahuan belangnya.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.