Lingga Tawarkan Air Terjun ini, Jika Kelak Batam Alam Krisis Air

20170405231122-Air Terjun Resun di Lingga.

Air Terjun Resun di Lingga.


MARWAHKEPRI.COM, Lingga – Lingga menawarkan air baku ke Batam, jika kemudian daerah ini mengalami krisi air. Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Lingga mengaku memiliki solusi jitu untuk mengatasi masalah kekurangan air baku di Kota Batam dan sekitarnya tanpa harus membangun bendungan baru.

“Kabupaten Lingga itu memiliki banyak air terjun yang belum dimanfaatkan. Untuk kebutuhan air baku Batam sebesar 3.250 liter per detik, cukup dipasok dari air terjun Jelutung,” kata Bupati Lingga, Alias Wellobelum lama ini.

Menurut dia, berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan konsultan beberapa tahun lalu, diketahui bahwa debit air terjun Jelutung, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga yang mengalir langsung ke laut itu, mencapai 4.000 liter per detik.

“Ini baru satu air terjun saja sudah bisa mengatasi kebutuhan air baku Kota Batam dan sekitarnya. Bahkan, kalau kita lihat volumenya sudah berlebih,” jelas Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini.

Soal bagaimana caranya untuk mengalirkan air terjun Jelutung itu ke Batam dan sekitarnya, Ia mengaku pemerintah sudah punya pengalaman mengalirkan gas dari Natuna ke Singapura dengan menggunakan pipa bawa laut sepanjang 500 kilometer.

“Saya yakin mengalirkan air tentu lebih mudah dari pada mengalirkan gas. Apalagi posisi air terjun Jelutung dengan Batam hanya berjarak sekitar 150 kilometer. Jika kita semua berpikir untuk jangka panjang, inilah solusi jitu untuk mengatasi masalah air di Batam,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke proyek pembangunan Bendungan Sei Gong, Batam, Kepulauan Riau, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, bendungan ya‎ng berada di Desa Sijantung, Kecamatan Galang itu, mampu menyalurkan air baku sebesar 400 liter per detik.

“Ini 355 hektar yang akan menampung 11 juta meter kubik air baku, yang nantinya digunakan baik di Kecamatan Galang, di Rempang dan utamanya di kota Batam yang kekurangan,” ujar Jokowi saat kunjungannya di Batam, Kamis (23/3) lalu.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, kebutuhan air baku untuk wilayah Batam dan sekitarnya sebesar 3.250 liter per detik. Namun, saat ini baru tersedia 2.800 liter per detik.

“Kapasitas sekitar 400 liter per detik (potensi penyediaan air baku) dengan volume tampungan 11 juta meter kubik, dengan itu akan mensuplai Batam sekitar 400 liter per detik. Ini sudah mencukupi kebutuhan untuk tahun ini dan mungkin 1-2 tahun ke depan,” katanya.

Namun demikian, lanjut dia, dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk setiap tahunnya, Batam harus terus menambah persediaan air bakunya. Untuk memenuhi hal tersebut, Kementerian PUPR masih mencari potensi sumber air yang bisa memenuhi kebutuhan air baku dalam jangka panjang. ***

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.