Angka Anak Putus Sekolah Tinggi, Camat Prihatin

images (13)
Camat Bunguran Timur Asmara Juana Suhardi

Natuna (Marwahkepri.com) – Meski Pemerintah Kabupaten Natuna telah membebaskan biaya sekolah dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjutan atas dan sederajat, namun masih ada anak di daerah ini yang tidak bersekolah, terutama lulusan Sekolah Dasar.

Rata – rata penyebab anak usia wajib belajar tidak bersekolah, selain biaya pendidikan, terutama biaya untuk membeli perlengkapan sekolah, ada juga beberapa diantaranya yang memang sudah tidak mau bersekolah lagi dengan alasan bosan dan tidak sedikit yang putus sekolah karena “terpaksa” menikah muda serta terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Camat Bunguran Timur Asmara Juana Suhardi, menyatakan keprihatinannya atas hal ini. Pihaknya sendiri selaku Pemerintah Kecamatan yang berada di Ibu Kota Natuna, Ranai, mengaku telah beberapa kali berusaha menemui orang tua serta memberikan penyadaran kepada anak akan pentingnya menempuh pendidikan formal.

Namun demikian tidak sedikit orang tua dan anak yang menolak dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Bahkan ada orang tua yang dengan jelas menolak dengan alasan tidak sanggup mencukupi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.

“Kita sudah sampaikan kepada orang tua, biar kami tanggung semuanya, kami biayai sampai lulus SMA, tapi orang tuanya tidak mau. Anak itu pun karena sudah lama tidak sekolah jadi sudah tidak ada keinginan untuk bersekolah lagi, malah anaknya menjawab, untuk apa sekolah, Pak. Mau jadi Bupati, mau jadi Presiden, sudah ada orangnya semua,” kata Asmara, Senin (3/4/2017).

Meski tidak diketahui secara pasti jumlah anak yang putus sekolah, di Kecamatan Bunguran Timur, Asmara mengatakan jumlahnya diperkirakan diatas 10 orang. Minggu lalu, pihaknya telah mendatangi beberapa keluarga anak putus sekolah.

“Orang tua kunci utama anak mau bersekolah atau tidak. Sebab pemerintah telah membebaskan biaya pendidikan, kalau orang tua tidak mendukung, ya anak tidak mau sekolah,” tambah Asmara.

Pemerintah Kabupaten Natuna tahun 2017 ini telah menganggarkan dana pendidikan sebesar Rp. 1,7 milyar bagi anak putus sekolah guna melanjutkan pendidikan. Bantuan tersebut dialokasikan untuk keluarga tidak mampu, guna membeli perlengkapan sekolah, seperti seragam, dan buku pelajaran.

“Sekarang tinggal kemauan anak dan support orang tua saja lagi, kita harap bantuan tersebut dapat menyukseskan program wajib belajar 9 tahun di Natuna,” tutupnya.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.