Kepsek SD Segeram “Hobi” Bolos, Disdik Diminta Turun Tangan

m7-e1491135550470
Siswa sedang belajar di SD Segeram

 

Natuna (Marwahkepri.com) – Dusun Segeram, di Kecamatan Bunguran Barat, sepertinya benar – benar luput perhatian pemerintah kabupaten Natuna. Bukan hanya dari segi pembangunan sarana infrastruktur, tetapi juga “termarjinalkan” dari sisi pendidikan. 

Guna menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, tak bisa dipungkiri sekolah adalah sarananya. Sejauh ini Segeram hanya punya satu wadah pendidikan, yakni SD 015, sedangkan sekolah lanjutan tak nampak di daerah ini.

Dibalik keberadaan SD 015, ada cerita lain lebih menarik, yakni terkait kiprah  Kepala sekolah yang sering tidak masuk kantor. Kisah ini pun tercium awak media ketika mengikuti kegiatan Pra TMMD di Segeram lalu (01/04).

Komite Sekolah M.Sidik menceritakan, keberadaan Kepsek dan guru agama memang kurang aktif di sekolah ini. Dengan demikian, berdampak besar terutama pada mutu pendidikan itu sendiri.

“Dengan kurang aktifnya mereka, akan berdampak pada mutu pendidikan. Padahal kami orang tua murid menginginkan anak kami itu bisa pintar dalam menimba ilmu di sekolah itu”, ujar Sidik.

Ironisnya, guru honorer justru lebih aktif dalam proses belajar mengajar di SD 015 Segeram. Mereka tetap semangat mengajar, kendati hanya menerima upah Rp 1 jutaan per bulannya.

“Saya lihat guru honor ini lebih aktif dalam proses belajar mengajar, walapun mereka cuma terima 1 juta per bulan, mereka tetap semangat”.

Salah seorang guru, Muhtarhadi menambahkan, sekolah ini hanya dihuni 15 murid, 8 tenaga pendidik, 1 orang operator dan 1 orang penjaga sekolah. Sekolah yang dibangun pada tahun 2003 lalu itu, sudah mengalami banyak kerusakan.

Disamping itu, fasilitas penunjang dalam proses belajar mengajar banyak kekurangannya, seperti ruangan majelis guru, fasilitas Labor, dan sarana olah raga sampai saat ini belum ada.

Kurangnya jumlah murid belajar di sekolah SD 015 Segeram berdampak ini, dampak berkurangnya jumlah penduduk dan tidak ada sekolah lanjutan.

Sekarang ini jumlah Kepala Keluarga di Segeram Cuma 30 KK saja dan sudah banyak yang berpindah daerah lain. Banyak penyebabnya perpindah penduduk di perkampungan Segeram.

“Salah salah satunya tidak ada sekolah lanjutan seperti SMP dan SMA. Orang tua murid ketika anaknya tamat dari SD memilih pindah ke daerah lain yang ada sekolah lanjutan buat anaknya seperti ke Sedanau, Kelarik dan Ke Ranai untuk melanjutkan pendidikan anak mereka itu”, ungkap Sidik.

Sebagai seorang pengurus Komite di SD 015 Segeram M.Sidik berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga Kabupaten Natuna Marka Dj agar dapat meluangkan perhatianya untuk peningkatan mutu pendidikan dan penambahan sarana di Sekolah SD 015 Segeram.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.