Kepala Dinkes Batam Diminta Gunakan Dana 250 M Sebaik Mungkin

Pekerja rumah sakit mengevakuasi pasien dalam simulasi keadaan darurat kebakaran di Rumah Sakit Dr. Oen, Solo, Jateng, Rabu (23/10). Simulasi tersebut untuk melatih kesiapan awak rumah sakit dalam penanganan keadaan darurat bencana. ANTARA FOTO/Andika Betha/ss/ama/13
Pekerja rumah sakit mengevakuasi pasien dalam simulasi keadaan darurat kebakaran di Rumah Sakit Dr. Oen, Solo, Jateng, Rabu (23/10). Simulasi tersebut untuk melatih kesiapan awak rumah sakit dalam penanganan keadaan darurat bencana. ANTARA FOTO/Andika Betha/ss/ama/13

Simulasi penangangan kebakaran di rumah sakit.


MARWAHKEPRI.COM, Batam – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman meminta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam mempunyai komitmen jelas dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) pada Tahun Anggaran (TA) 2017, terkhusus untuk penyedian fasilitas kesehatan kepada masyarakat.

“Masalah kesehatan adalah urusan wajib pemerintah daerah yang harus dipenuhi, bahkan anggaran yang diberikan juga sangat besar, yakni 10 persen dari APBD Batam, oleh karenanya kita minta Kepala Dinkes untuk memiliki komitmen kepada masyarakat,” ujarnya ketika diwawancarai di ruangan Komisi IV DPRD Kota Batam, Rabu (29/3).

Bentuk komitmen tersebut lanjutnya, dengan anggaran sekitar Rp250 miliar pada tahun 2017 diberikan kepada Dinkes, hendaknya bisa memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat dalam arti memaksimalkan pelayanan kesehatan ditingkat ujung tombak seperti Puskesmas dan Postu.

“Sekarang harusnya Dinkes mempunyai pola pikir cerdas menjawab segala persoalan kesehatan yang ada di Kota Batam, sekaligus meminimalisir keluhan masyarakat buruknya pelayanan yang diberikan,” jelas politisi PKB ini.

Selama ini menurutnya, masih banyak ditemui protes dilapangan perihal kurang maksimalnya pelayanan kesehatan yang difasilitasi Dinkes, seperti minimnya tenaga medis ditingkat Puskesmas dan sering kekosongan stok obat.

“Harusnya ini tidak boleh lagi terjadi, jangan sampai dengan anggaran besar tetapi masih tetap saja memberikan beban kepada masyarakat,” tuturnya.

Terkait, adanya wacana menjadikan 17 Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dengan peningkatan upgrade, Aman memberikan apresiasi, namun perlu penekanan bahwa harus disejalankan dengan pelayanan maksimal.

“Kita dukung peningkatan kearah lebih baik, asalkan sarana dan prasarananya lebih meningkat juga, jangan sampai meningkat namun pelayanannya masih saja tidak maksimal,” pungkasnya. (***/hk)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.