DPRD Diminta Investigasi Kasus Penembakan Dirumah Ketua LAM Natuna

IMG_20170330_153459
Ketua LAM Wan Zawali menceritakan kronologis kejadian

Natuna (Marwahkepri.com) – Buntut penembakan yang terjadi dirumah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Natuna, beberapa hari lalu. LAM Natuna hari ini (30/03) mendatangi kantor DPRD Natuna untuk meminta dukungan dari lembaga wakil rakyat itu.

Hadir Ketua LAM Natuna H.Wan Zawali, Sekretaris Ismail Sitam, Camat Bunguran Timur Asmara Juana Suhardi, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Dihadapan Ketua DPRD Natuna beserta anggota, Wan Zawali membeberkan kronologis tragedi penembakan itu pada Selasa dini hari (28/03) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Waktu itu saya sedang tidur, tiba tiba terbangun karena ada suara ledakan. Ketika mau saya buka pintu anak saya Hanafi bilang jangan buka cik, bahaya, tadi ada juga yang ngetok pintu”.

Pria yang kerap dipanggil Pak Zaw ini menceritakan, dini hari itu ia belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Siang harinya, setelah keliling pekarangan rumah baru diketahui bunyi ledakan tersebut merupakan letusan senjata, karena ditemukan selongsong peluru.

Atas kejadian ini pihak keluarga melaporkan pertama kali kepada Babinsa desa Sungai Ulu dan berkembang hingga polisi memasang police line di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut Zaw, DPRD Natuna sebagai lembaga wakil rakyat harus berperan, Apalagi mengingat kejadian ini bukan masalah biasa, tidak bisa dianggap sepele dan dipandang sebelah mata.

Untuk itu, LAM meminta agar DPRD Natuna agar tidak diam saja, penyelidikan sedang berlangsung saat ini mesti dikawal sampai tuntas, sehingga diketahui siapa belang dibalik penembakan tersebut.

Kalau permasalahan ini tidak ditanggapi serius hingga tuntas, tidak menutup kemungkinan akan menimpa masyarakat lainnya.

“Kejadian ini tidak bisa dianggap sepele saja, terutama apabila terulang kepada kita semua, mana tau ini jadi kebiasaan. Makanya kami datang memohon kepada Dewan agar membantu kami mengawal penyelidikan ini sampai tuntas, sehingga ketahuan belang-belangnya”.

Sementara itu, Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan, pihaknya tetap akan mengawal secara kelembagaan. Usai pertemuan akan diagendakan untuk memanggil tiga matra TNI dan Polisi.

Yusripandi sepakat, penembakan ini adalah kasus berat dan harus dituntaskan. Aparat harus membukanya secara transparan kepada publik.

“Pertemuan ini keinginan LAM Buka kami yang undang. Dari pertemuan ini akan kami undang semua matra TNI. Kita tidak mau menjustice satu matra aja, Polisi juga akan dipanggil”.(nang)