11 Pasang Warga Suku Laut Pena’ah Nikah Massal

IMG_9470

Lingga (marwahkepri.com) – Sebanyak 11 pasangan warga suku laut desa Pena’ah, Kecamatan Senayang resmi melakukan nikah secara massal yang dilakukan oleh pihak KUA Kecamatan Senayang. Hal tersebut dilakukan guna memudahkan proses kepengurusan administrasi kependudukan sebagai salah salah prosedur wajib, salah satunya akta nikah.

Sebelumnya pemerintah desa Pena’ah telah menyiapkan sebanyak 13 pasangan untuk dinikahkan. Namun karena ketidakhadiran 2 pasang calon nikah, proses nikah tetap berlanjut meski hujan deras mengguyur.

Kepala desa Pena’ah, Abang Marwan mengatakan cukup lega setelah apa yang dia lakukan ini. Sebab sebelumnya sebagian warga suku laut yang berada di kawasan desa Pena’ah, seperti yang mendiami Selat Konky, Pulau Mensemut, Pulau Buluh tidak mempunyai akta nikah.

Bekerjasama dengan pemerintah daerah, terkhusus Disdukcapil Lingga sebelumnya, desa Pena’ah telah menggesa pengurusan ulang admistrasi kependudukan agar setiap pasangan terdaftar dalam database Kependudukan dan siap melakukan proses nikah resmi.

“Kita dulu ke Dabo ngurus perubahan data mereka. Alhamdulillah mereka sudah dapat nikah secara resmi dan nantinya terdaftar dalam database Kependudukan Lingga. Ini supaya nanti dapat akta nikah, akta anak, pengurusan KK dan lainnya,” Palar Marwan, Kamis (31/03).

Sebagai Kepala desa dia akui ada beban moral ketika semua tidak bisa dijalankan. Demi kesejahteraan warga desa dia berusaha keras mengejar ketertinggalan terutama tentang admistrasi kependudukan warganya. Bersama aktivis Buta Aksara Lingga sekaligus Ketua Gerakan Peduli Suku Laut Lingga (GPSLL), Densy Dias akhirnya proses nikah 11 pasang Suju laut dapat dijalankan dengan lancar.

“Kita cukup bangga lah, juga berterimakasih dengan mereka sebab mau membuka diri, datang jauh-jauh dari pulau Mensemut, Selat Konky, pulau Buluh untuk proses nikah ini. Ada sebagian dah nikah dibawah tangan. Jadi mereka kita minta nikah lagi secara hukum supaya juga diakui,” lanjut dia.

Adapun nama pasangan suku laut yang nikah secara resmi di KUA Kecamatan Senayang yakni Kahar-Salmah, Dahlan-Ratifah, Jumardi-Lina, Parto-Ela, Amin-Ana, Awang Siah-Riwayanti Endah, Sumi-Ani, Johan-Anti, Jon-Ida, dan Rahmat-Sarah, serta Sran-Marni.

Sementara Wakil Bupati Lingga, M Nizar yang diundang datang sekaligus saksi pada prosesi nikah massal tersebut, mengapresiasi kinerja pemerintah desa Pena’ah dan Aktivis GPSLL. Menurut ini pertama kali di Kabupaten Lingga diadakan nikah massal dengan jumlah pasangan yang banyak.

“Pemerintah kabupaten lingga sangat berterima maksih sekali kepada pemerintah desa Pena’ah dan kepada bunda Uci sebagai aktivis buta aksara, kepada pemerintah kecamatan senayang, KUA yang sudah memfasilitasi teman teman yang berada diselat kongki. Mereka semua sudah sah menjadi pasangan suami istri dan sudah  tercatat di KUA kecamatan senayang,” papar Nizar

Setelah ini dia katakan program seperti ini akan terus berlanjut dilakukan guna meminimalisir masalah kependuduk yand kerap dialami suk Komunitas Adat Terpencil (KAT) ini. Dia mengakui ada kekhawatiran daerah tersendiri mengenai hal ini.

“Kita juga khawatir, karna sudah menikah tetapi belum tercatat di kantor KUA,” kata dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.