Diduga Menghalangi Ekspor, PT CPM Pertanyakan Alasan Panjagaan Oleh Aparat TNI AD

 

Aktifitas Karyawan PT CPM Yang sedang Memuat pasir timah kedalam truk pengangkut, Selasa (28/03)
Aktifitas Karyawan PT CPM Yang sedang Memuat pasir timah kedalam truk pengangkut, Selasa (28/03)

Lingga (marwahkepri.com) – PT CPM pertanyakan maksud dari penjagaan yang dilakukan sejumlah TNI AD Koramil 04 yang diduga menghalangi aktivitas pengiriman biji timah. Kejadian ini membuat proses pengiriman biji timah yang ditambang di pulau Pekajang menjadi terkendala.

 

Pantauan lapangan keberadaan sejumlah anggota TNI AD terkesan mengawasi aktifitas PT CPM. Dengan berpakaian preman tanpa seragam lengkap mereka lalu lalang di lokasi PT CPM. Bahkan ada yang bergantian mengisi pos masuk PT CPM.

“Kita hanya menjalankan perintah, untuk menjaga sumber daya alam milik negara,” kata Email, salah satu anggota saat ditanya mengenai keberadaan TNI AD yang sudah 4 hari lalu tampak berjaga dilokasi PT CPM, Selasa (28/03).

Meski pihak Koramil 04 mengklaim tidak menghalangi aktivitas. Namun dikatakan Akui, perwakilan perusahaan pihak Koramil 04 malah tidak memperbolehkan PT CPM melakukan pengiriman. Hal justru menjadi pertanyaan dia, sebab menghambat proses pengiriman biji timah hasil penambangan di Pulau Pekajang, untuk dilebur di perusahaan peleburan PT Mining di Tanjung Balai Karimun.

“Kami tidak tahu apa alasan Koramil tidak memperbolehkan kami membawa timah ke Tanjung Balai untuk dilebur. Izin pelayaran dan pertambangan kami sudah lengkap.Bahkan semua izin itu sudah kami jelaskan dan kami tunjukan kepada mereka.” kata Akui.

Dia mengakui keberadaan sejumlah anggotaa TNI AD dilokasi gudang penyimpanan timah ini, sebenarnya tidak menganggu aktifitas bekerja. Namun ada pernyataan yang dikemukakan bahwa tidak boleh membongkar timah yang akan di muat ke kapal dari digudang sebelum persoalannya selesai.

“Kami juga tidak tahu apa yang menjadi persolannya, sebelum ada kejadian ini , dahulunya malah kami sudah pernah berapa kali exspor timah ke luar itu lancar-lancar saja tidak ada masalah.Inikan karena semelter rusak, makanya kita mau krim stok file pasir timah ke Karimun untuk dilebur tapi dipermasalahkan, saya juga heran kenapa, padahal izin kita lengkap,” sebutnya.

Merasa legal karena mengantongi izin dari Pemprov Kepri terkait usaha timah ini, PT CPM berusaha memuat dan mengangkut 390 ton pasir timah miliknya. Namun baru 3 buah truk diturunkan mengantar pasir timah ke pelabuhan Sungai Buluh, aktifitas kembali dihentikan.

“Iya di Setop, lori kita di cegat orang itu tadi pas mau jalan,” ungkap Akui.

Sementara, Komandan Koramil 04 Dabo Singkep, Kapten. Inf. E Marpuang, membenarkan bahwa dirinya memerintahkan anggota untuk melakukan penjagaan di PT CPM. Namun dia menolak menjelaskan secara rinci tujuan keberadaan anggota TNI AD di perusahaan tersebut.

“Hanya berjaga saja,” katanya singkat.

Belum diketahui secara pasti alasan dasar penjagaan, pengawasan dan penghentian yang dilakukan pihak Koramil 04 terhadap aktivitas timah PT CPM. Sementara PT CPM saat ini juga bersikeras meneruskan ekspor mereka meski penjagaan dari TNI AD terus berlanjut. (mk/r/hk)


Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.