Fenomena “Ngomix” Meresahkan, BPOM Turun Tangan

berita_375308_800x600_FB_IMG_14902778811145336
Sekda Wan Siswandi sambut rombongan BPOM RI

Natuna (Marwahkepri.com) – Belakangan ini  penyalahgunaan obat kian marak dikalangan anak muda, bahkan sudah meresahkan. Dari razia digelar tim ke sejumlah tongkrongan remaja di Ranai, terdapat banyak tumpukan bungkus obat, khususnya obat batuk.

Disinyalir, fenomena fly dengan menenggak obat batuk secara berlebihan sedang trend saat ini. Aksi “ngomix” ini biasanya dilancarkan para remaja di tempat-tempat gelap dan agak tersembunyi.

Takut semakin menjadi-jadi dan semakin menimbulkan efek buruk bagi generasi Natuna, akhirnya Pemerintah daerah melayankan sepucuk surat kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, untuk menindaklanjuti penyalahgunaan obat di Natuna.

BPOM merespon sigap, dengan mengunjungi Natuna pada Rabu (22/03). Setelah disambut Sekda Wan Siswandi di Lanud Raden Sadjad, dilaksanakan pertemuan di ruang rapat kantor Bupati.

Dalam pertemuan itu, Sekda Wan Siswandi menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu, melalui hasil razia rutin ditempat-tempat disinyalir menjadi tempat para remaja berkumpul dimalam hari, sering ditemukan bungkusan obat batuk yang diduga disalahgunakan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran ditengah masyarakat karena produk tersebut saat ini dijual bebas serta dirasa harus ada kebijakan untuk mencegah terjadinya dampak negative lainnya ditengah masyarakat.

Menjadi penting, mengingat saat ini Kabupaten Natuna sedang mengupayakan percepatan pembangunan, pembenahan infrastruktur sebagai implementasi perhatian pemerintah terhadap daerah perbatasan.

Oleh karenanya, upaya pencegahan penyakit masyarakat juga harus dilakukan secara simultan guna menciptakan iklim social pembangunan kondusif. Karenanya, Pemerintah Daerah berharap BPOM dapat membangun kantor cabang di Kabupaten Natuna untuk mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPOM RI, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP menyampaikan bahwa  pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Natuna sebagai salah satu prioritas Nasional. Untuk itu BPOM akan berupaya menjalankan tugasnya sebagai pendamping dan lembaga perlindungan masyarakat untuk menjamin peredaran obat dan makanan di daerah.

BPOM juga telah melaksanakan koordinasi dengan beberapa lembaga penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku usaha yang mengedarkan berbagai jenis obat dan makanan yang bersifat illegal serta memberikan pengaruh negative bagi masyarakat.

Hal ini menjadi perhatian bersama mengingat letak geografis daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga dengan peluang peredaran barang dari negara tetangga cukup tinggi.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.