Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Naik Rp 249.008 Ribu

 

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Batam (Marwahkepri.com) – Tahun 2017 Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) naik senilai Rp 249.008 ribu menjadi Rp 34.890.312.

Pada awalnya, Kementerian Agama mengusulkan besaran BPIH 2017 senilai Rp 35,7 juta. Angka usulan itu naik dari BPIH tahun lalu yang sebesar Rp 34,64 juta.

Kenaikan besaran BPIH sebesar Rp 249.008 ribu diajukan Kementerian Agama karena adanya biaya-biaya yang harganya naik dan semakin mahal.

Seperti harga avtur dari 0,55 dollar AS per liter menjadi 0,65 dollar AS per liter. Hal ini juga terjadi karena nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dollar AS.

Kenaikan BPIH tahun ini juga dipicu kenaikan kuota jemaah haji yang akan diberangkatkan, yakni sejumlah 221.000.

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong menyatakan Pmerintah dan DPR berhasil menekan sejumlah komponen biaya sehingga besaran BPIH bisa lebih rendah dari usulan awal pemerintah.

Beberapa komponen biaya yang ditekan di antaranya ialah biaya penerbangan. Ali mengatakan setelah bertemu perwakilan Garuda Indonesia dan Saudi Airlines, akhirnya disepakati ongkos terbang yang lebih murah dari usulan awal pemerintah.

Kenaikan BPIH 2017 tahun ini juga ditambah dengan peningkatan pelayanan seperti ditambahnya jatah makan, dari asalnya 40 menjadi 41 hari, dengan hitungan sehari dua kali makan.

Selain itu tenda yang digunakan saat wukuf di Arafah kini merupakan tenda baru yang anti panas dan dilengkapi dengan pendingin ruangan.

“Jadi itu semua sudah kami perjuangkan bersama, agar jemaah haji Indonesia tetap nyaman dan khusyuk beribadah,” lanjut Ali.

Berikut rincian BPIH tahun 2017 :

  • Komponen penerbangan (tiket, pajak bandara, passenger service charge) memiliki harga rata-rata Rp 26.143.812
  • Pemondokan di Mekah memiliki harga rata-rata Rp 3.391.500
  • Biaya hidup sebesar Rp 5.355.000.(mk/mun/mi)