Rumah Sakit Di Lingga Masih Minim Fasilitas, Gema Lingga Minta Peningkatan

Gema Lingga saat hearing dengan Pemkab Lingga
Gema Lingga saat hearing dengan Pemkab Lingga

Lingga (marwahkepri.com) – Seorang Bayi berumur 3 hari meninggal dunia dirumah RS Encik Maryam Daik Lingga. Dengan hal ini, Zuhardi Ketua Umum Gema Lingga menilai rumah sakit Encik Maryam Daik Lingga masih minim dengan fasilitas yang memadai.

Meski soal kematian adalah rahasia sang Khalik, namun kejadian ini cukup membuat Zuhardi berang. Pasalnya fasilitas yang digunakan untuk menangani sang bayi sangat sederhana seadanya.

Mengenai fasilitas RS Encek Maryam ini menurut Zuhari sudah jadi permasalahan sejak dulu. Tidak sedikit pasien yang mengeluh baik dengan pelayan maupun dengan fasilitas yang disediakan.

“Bayi anak orang Keton. Ini karena fasilitas yang ade kurang, alat pernapasan takde, adapun alat dikatakan rusak. Sikit-sikit rujuk. Rujuk buka solusi,” tegas Juai, Kamis (23/03).

Juai atas kejadian tersebut sempat protes dan mengeluarkan kemarahannya didepan ruang RS Encik Maryam. Dia katakan sampai saat ini permasalahan RS di Kabupaten Lingga tak pernah ada ujung penyelesaian.

Belum lagi saat ini masalah kekurangan stok obat di sejumlah RS hingga ke Puskesmas, Pustu dan Polindes yang masih belum dapat titik terang.

“Pemerintah jangan hanya berwacana, komitmen lah dengan program. Ini RS buat masyarakat ramai bukan buat pemerintah. Kalau lah serbe kurang masyarakat yang kene imbas,” ujarnya.

Dengan begitu, dia meminta tegas kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga untuk lebih optimal meningkatkan kinerja. Dengan permasalahan ini akan melayangkan surat segera mungkin ke Dinkes Lingga, dan Bupati Lingga untuk atasi kejadian yang kerap mengecewakan pasien.

“Kita akan lakukan hearing secepatnya, bagaimanapun ini harus segera diatasi. Jangan pasien yang banyak jadi korban,” ungkap dia.

Sementara mengenai kekurangan stok obat, beberapa waktu lalu anggota DPRD Lingga Agus Norman mendesak Dinkes untuk segera bisa mengatasi, sebab ini sudah sampai pada level teknis dan telah disahkan anggarannya.

“Sudah menjadi program nasional kesehatan gratis. Kalau ade masalah atau persoalan komunikasi dengan atasan. Itu masalah pelayanan jangan selalu mengecewakan masyarakat yang berobat,” ungkap Norden beberapa waktu lalu. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.