Benan Giat Galakkan Desa Bersih

Masyarakat desa Benan Saat bergotong royong membersihkan Halaman desa.  (bersih)
Masyarakat desa Benan Saat bergotong royong membersihkan Halaman desa. (bersih)

Lingga (marwahkepri.com) – Sebagai desa wisata yang dikenal dengan wisata baharinya, desa Benan Kecamatan Senayang giat menggalakkan kebersihan. Salah satunya tampak dengan adanya 7 tenaga kebersihan yang dikerahkan bertugas setiap dua hari dalam seminggu oleh pihak desa.

Bendahara desa Benan, Hariyanto mengatakan desa menganggarkan sedikit dari dana ADD untuk keperluan kebersihan. Pihak desa mempekerjakan 7 orang warganya untuk rutin membersihkan setiap sudut desa yang kotor, yakni dua hari dalam seminggu.

“Setiap hari Rabu dan Minggu mereka bekerja, itu kalau untuk gaji mereka dari dana ADD,” katanya, Rabu (22/03).

Sebagai desa yang dekat dengan laut tentu tak bisa dipungkiri sampah bisa langsung terbuang ke laut. Oleh sebab itu sekarang kata Yanto pihak desa tidak lagi mengizinkan hal tersebut terus berlangsung sebab akan mencemari laut. Dari desa sendiri sudah menyediakan tempat sampah desa dan tempat pembakaran akhir sampah.

“Sekarang kusemangat lah, nak tengok sampai plastik baik dipantai dijalan agak susah,” imbuhnya

Tidak hanya itu, kata Yanto program desa juga melibatkan setiap RT untuk mampu mengadakan gotong royong setiap minggu dengan jadwal yang berbeda. Dia menuturkan antusiasme dan kesadaran yang tinggi masyarakat Benan yang ingin desanya bersih juga sangat mendukung demi terciptanya desa Benan yang bersih.

“Kades mendukung, apelagi masyarakatnya. Jadi setiap RT kami kasihlah waktu mereka sendiri, hari apa mereka bisa. Yang pasti setiap hari ada RT yang gotong royong. Kita juga membantu alat-alatnya seperti mesin rumput, parang panjang, gerobak,” papar dia.

Dengan perlakuan ini, dia berharap ingin menjadikan desa Benan sebagai desa wisata yang bersih. Hal ini juga demi kenyamanan para pengunjung wisata dalam meningkatkan wisata di Benan.

Saat ini, kata dia desa telah berencana menambahkan bak tampung sampah dan kaisar pengangkut sampah dengan anggaran desa, sebab kaisar yang dulu ada dan difungsikan telah reyot dan rapuh serta dipandang tidak lagi layak difungsikan.

“Kita pernah sampaikan ke Dinas LH, bahkan ke DPRD minta bantu kaisar, itu pas acara Sail Karimata kalau tak salah. Tapi Taka ade juge tanggapan sampai sekarang jadi dari dana ADD kami berencana, itu kira-kira 50 jutalah hitung kasarnya,” ujarnya.

Hanya yang menjadi kendala saat ini menurutnya masih adanya ternak kambing yang berkeliaran di desa. Namun pihaknya masih memikirkan bagaimana sulosi masalah ini.

“Kambing tulah satu lagi, kami lagi cari solusi bagaimana ini. Kalau tidak ada kambing makin bersih saya rasa. Ibu-ibu disana termasuk pandai juga lah, memanam tanaman yang tak dimakan kambing. Contohnya yang dibuat taman sekarang tanaman tak dimakan kambing,” tutupnya. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.