Pemkab Lelang Mobil Dinas “Tak Bersurat”

IMG-20170320-WA0015Natuna (Marwahkepri.com) – Pemkab Natuna melalui Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) melaksanakan lelang terbuka terhadap 38 unit mobil aset daerah. Mobil berplat merah yang dilelang tersebut merupakan keluaran dari tahun 2000 hingga 2011.

Pelelangan dilaksanakan di gedung Sri Serindit pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB,dibuka Oleh Sekda Natuna Wan Siwandi. Sayangnya, Lelang pertama kalinya di Kepri dan Natuna ini menuai tanda tanya. Pasalnya, dari 38 unit mobil dilelang, hanya 22 mobil yang dipajang di area parkir gedung Serindit, sisanya entah kemana rimbanya.

Kejanggalan pada lelang bukan itu saja, Pemkab Natuna juga terkesan seperti melelang mobil “bodong”. Jelas saja, dari 38 mobil, sebanyak 13 unit diantaranya tidak memiliki dokumen lengkap, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Hal ini terang saja menjadi tanda tanya, kemana dokumen asli kendaraan tersebut. Karena dalam brosur peraturan dan persyaratan lelang yang dibagikan, tidak terdapat STNK dan BPKB ke 13 mobil itu. Apakah hilang atau memang tak memiliki surat lengkap saat pengadaan.

Adapun ke 13 unit mobil lelang tanpa surat lengkap diantaranya, Mobil Mini Bus (Toyota Kijang LGX) BM 174 NP tahun 2001 tak ada STNK, Mobil Pick up (Isuzu/TBR 54) BP 8024 N tahun 2007 tak ada STNK.

Mobil Bus (Isuzu NKR 66) BM 7031 NP, tahun 2002 tak ada STNK dan BPKB.Mobil Mini Bus (Mitsubishi Carry T120 ss) BP 1004 N tahun 2007 tak ada STNK. Mobil Pick Up (Mitsubishi Strada) BP 8003 N tahun 2011 tak ada STNK dan BPKB. Mobil Truck+attachment (Isuzu ELF 120 ps euro 2) BP 8019 N, tanpa ada tahun, STNK dan BPKB.

Mobil Pick Up (Daihatsu Zebra/593 EF 1) BP 8013 N tahun 2007 tak ada STNK dan BPKB. Mini Bus (Mitsubishi Kuda) BM 17 N tahun 2001 tak ada STNK. Mini Bus (Toyota Kijang) BP 1205 N tahun 2000 tak ada STNK dan BPKB.

Mini bus (Daihatsu Taruna) BP 1087 N tahun 2003 tak ada STNK dan BPKB.Mini Bus (Daihatsu Taruna) BM 162 NP tahun 2001 tak ada STNK dan BPKB.Mini Bus (Daihatsu Taruna) BM 170 NP tahun 2001 tak ada STNK. Dan Mini Bus (Daihatsu Taruna) BM 182 NP tahun 2001 tak ada STNK.

Terkait mobil tanpa surat ikut dilelang, Kepala BPKPAD Natuna Diky Kusnaidi berdalih, tidak semua mobil tersebut pengadaannya oleh daerah dan sudah ada sejak kabupaten Natuna berdiri.

“Terkait masalah mobil yang tidak ada surat, jadi bigini, dari dulu kan mobil ini tidak semuanya kami kelola, ada juga merupakan mobil dari pemerintah pusat.Pada saat kabupaten Natuna berdiri juga sudah ada mobil-mobil itu”.

Terkadang, saat pemerintah pusat menghibahkan mobil, tidak dilengkapi dengan surat-surat. Apalagi dahulu proses hibah itu tidak langsung, namun diakuinya tidak semua mobil tak bersurat tersebut pemberian pusat, juga ada dari daerah.

“Jadi pada saat pengadaan mobil itu tidak di aset, kami mengelola pada saat aset berdiri dan bergabung di BPKPAD pada tahun 2011, kami menerima apa adanya yang kami kelola”.

Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan Sekretaris BPKPAD Natuna Syafe’i. Dikatakannya, dari awal semua kendaraan lengkap suratnya, kalaupun saat ini tidak ada, kemungkinan hilang.

“Kemungkinan hilang, kalau dari awal komplit kok !!. lelang ini tidak buru-buru karena sudah kita persiapkan sejak tahun kemarin”.

Total peserta lelang pada Selasa (21/03) sebanyak 14 orang, dari 38 unit mobil yang dilego, hanya 11 unit berhasil dilelang.

“Sisa 27 mobil, yang belum terlelang, kami belum ada agenda apakah mau dilelang lagi atau belum, kami harus lapor dulu ke pimpinan”.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.