Kabupaten Karimun Berada Dalam Zona Merah Penyelundupan Narkoba

sabu

Karimun (Marwahkepri.com) – Kabupaten Karimun berada dalam zona merah penyelundupan narkoba, terutama dari Malaysia.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri) Raden Evy Suhartantyo.

“Itu dilihat dari tingginya kasus penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan petugas bea dan cukai,” ucapnya di Karimun Senin (20/3).

Peningkatan kasus penyelundupan narkoba di Karimun, menurut dia, menjadi perhatian serius bagi Bea Cukai untuk berperan aktif mencegah masuknya narkoba dari negara tetangga.

“Kami akan memperkuat peranan CNT (Customs Narcotics Teams) untuk mencegah peredaran narkoba, termasuk juga di laut,” ujarnya.

Kasus penyelundupan narkoba, terutama sabu-sabu yang diungkap pada 2015 hanya dua kasus, dan meningkat cukup tinggi pada 2016 sebanyak 10 kasus, dan lebih tinggi dibandingkan Tanjungpinang yang hanya mengungkap 4 kasus.

Hingga Maret tahun ini, penyelundupan narkoba melalui Karimun yang berhasil digagalkan sebanyak 2 kasus, satu kasus digagalkan petugas patroli BC Kepri, yaitu penyelundupan narkoba jenis ketamine sebanyak 993,12 gram dengan KM Kuala Kapias 1 dari Port Klang Malaysia, ditangkap di perairan Tukong, pada Selasa (14/3).

Sedangkan kasus kedua tahun ini, yaitu penyelundupan sabu sebanyak 517,65 gram dengan tersangka DS, pria berkewarganegaraan Indonesia yang ditangkap di pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun, sesaat setelah turun dari MV Putri Maju 07 dari pelabuhan Kukup, Johor, Malaysia pada Jumat (17/3).

Raden juga mengungkapkan, BC Kepri beserta jajaran akan meningkatkan kerja sama yang sinergis dengan instansi terkait dalam memberantas peredaran narkoba di Karimun, maupun di Provinsi Kepri. (mk/as/antara)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.